Sydney City Tour

Hari ini aku masih sendirian di Sydney, Brian n Missy masih berada di Canberra untuk melihat-lihat keadaan distributor disana. Aku bangun pukul 8 pagi dan masih menghabiskan waktu di tempat tidur sampai pukul 8.30. Rada kurang tidur sih, jadi masih agak mengantuk. Tepat pukul 8.30 aku mandi, mengecek email dan bersiap-siap untuk turun ke bawah. Aku membeli sandwich Subway di bawah, karena daripada memesan makanan dari apartment yang sangat mahal, aku memutuskan membeli aja sandwich di bawah.

Setelah itu aku kembali ke apartmentku, memakan sandwich, chat with some of my friends. Setelah selesai makan, pukul 9.15 aku bersiap-siap dengan tasku, menyiapkan topi, camera dan yang lain-lain karena aku ingin mengikuti Sydney City Tour. Aku cuman tahu bahwa tiket city tour bisa dibeli ‘on board’ yang artinya bus city tour juga menjual tiketnya


Aku keluar dari apartment menuju ke belakang apartment. Bibirku agak sakit, pecah-pecah karena dingin. Aku pikir tidak terlalu dingin tetapi ternyata tetap aja pecah dan perih sehingga aku memutuskan untuk membeli chapstick terlebih dahulu sebelum naik bus dan kedinginan lagi. Kemudian aku keluar dan melihat jadwal bus, ternyata aku terlambat 2 menit, jadi aku menunggu di bangku taman di dekat situ. Beberapa burung berjalan mendekat, berpikir kalau aku mungkin membawa roti untuk mereka, but too bad kali itu mereka salah pikir:P

10 menit aku berjemur di taman sambil menunggu bus. Akhirnya bus tersebut datang dan aku membeli tiket pada sopirnya. Tiketnya seharga $30 untuk 24 jam, yang artinya kita boleh turun naik seenaknya asal masih dalam hari yang sama. Sopirnya bertanya aku dari mana, dan ternyata dia fasih berbahasa Indonesia. Bahkan ketika aku sebut ‘gading’ dia tau bahwa aku tinggal di kelapa gading. Kemudian dia juga menjelaskan tour ini (dalam bahasa inggris). Ada 27 tempat pemberhentian dan setiap bus stop akan didatangi oleh bus setiap 20 menit sekali. Setelah itu aku naik ke atas bus dan duduk di atas. Bus tersebut terdiri dari dua lantai dan yang atas tidak ada atapnya.

Bus mulai berjalan memutari kota Sydney, angin terasa begitu dingin dan sesekali aku harus menghindari ranting-ranting pohon yang dekat dengan bus. Aku mengambil banyak foto dalam perjalananku ini, tetapi tidak bisa aku posting semuanya karena terlalu banyak. Just enjoy the view…

"Barbell


Setelah 90 menit berputar-putar, akhirnya aku kembali ke apartmentku, Star City. Aku segera kembali ke kamar, kedinginan. Sydney sedang winter dengan suhu sekitar 10-14C, tetapi berada di atas bus tanpa atap yang bergerak dan berangin membuat suhu terasa sangat dingin.

Di kamar aku mengerjakan beberapa hal di laptopku, sambil mengorder makan siangku, Caesar Salad with Grilled Chicken Tenderloin. Ini baru yang aku sebut Caesar Salad, karena chickennya banyak, that’s why aku suka caesar salad di luar negeri. Di Indo yang namanya caesar salad selalu jumlah ayamnya kayak ngasih makan burung :P Setelah makan, aku melanjutkan pekerjaanku sampai pukul 2.15 siang dan aku beristirahat. Tidur sebentar selama 30 menit. Aku berpikir kalau pukul 3 aku pengen jalan-jalan sekali lagi sebelum Brian datang.

Tepat pukul 3 aku keluar dari apartment lagi, berjalan-jalan menuju ke Aquarium, semacam Sea World. Jalan menuju kesana sangat-sangat jauh. Sesampainya disana aku menyempatkan diri membeli air minum seharga $3.8, masih tetep mahal:( Aku mendekati loket Aquarium dan berpikir, kalau ini seperti Sea World, aku sudah sering lihat, dan disebelahnya ada tempat yang namanya Sydney WildLife World. Akhirnya aku memutuskan kesana, karena disana ada koala :D

Tiketnya seharga $29.5 dan berputar-putar di dalam area situ ditulis sepanjang 1km. Aku menikmati acaraku sendiri itu, berputar-putar cukup lama dan akhirnya aku memutuskan untuk keluar.


Ternyata ada jalan pintas yang lebih dekat menuju ke apartmentku, melewati jembatan di atas air daripada memutar harbour.

Aku kembali ke apartment, membeli ice cream, pringles dan kembali ke kamarku untuk mengecek email dan ym. Brian ternyata sudah sampai di hotel juga dan memintaku untuk datang 1 jam lagi. Aku datang ke tempat Brian pukul 6.40. Mereka mengatakan ada janji dengan orang-orang dari Canberra pukul 7.30 untuk dinner. Sambil menunggu waktu, kami bertiga turun ke casino di bawah dan melihat-lihat. Missy mengatakan kalau tidak enak badan. Dari kemarin memang Missy sudah mulai kehilangan suaranya. Jadi kami kembali ke kamar mereka, dan Brian kalau Missy sebaiknya tidur aja supaya besok lebih segar.

Aku dan Brian akhirnya turun berdua menuju ke lobby hotel dan menunggu yang lain di café lobby hotel. Aku memesan hot chocolate sambil menunggu mereka datang sekitar 10 menit. Mereka datang pukul 7.35 dan mengajak kami makan di tempat dekat situ, called WildFire. Aku ga tau kenapa hari ini semua serba ‘wild’ :) Di belakang ruangan, tempat kami duduk, terbuat dari kaca sehingga kami bisa melihat tembus keluar. Terlihat Opera House dari tempat dudukku. Kami meyempatkan diri untuk berjalan keluar ruangan. Hawa sangat dingin disitu pada musim ini. Kalau musim panas, banyak orang yang makan atau sekedar minum di luar ruangan tersebut sambil melihat keindahan malam.

Makanan dibuka oleh menu seafood. Daripada susah menggambarkannya, aku ambil fotonya:P Ada lobster, kepiting, scallops, udang, dan lain-lain. Kemudian setelah seafood selesai kami makan, ganti menu daging. Cara penyajiannya juga unik. Sebagai contoh, pertama pelayan keluar membawa sosis dan ayam panggang yang masih ditusuk oleh logam panjang. Dia akan menawari apa kami mau makan menu tersebut satu per satu. Setelah kami selesai, mereka akan keluar lagi membawa menu beef, begitu seterusnya dilanjutkan dengan babi, kambing, callamary, udang. Boleh saja kalau misalnya kita masih mau minta menu beef lagi.

"Standing

Satu hal yang aku dan Brian tidak suka dari acara makan malam adalah ‘LAMA’. Kita biasa makan malam cukup cepat, dan yang ini tadi 3.5 jam dan kami belum beranjak dari meja makan. Brian dan aku sepakat untuk pulang duluan, akhirnya Brian mengatakan kepada mereka kalau dia mau bayar semuanya. Sebastian, nama orang itu, tentu saja tidak memperbolehkan kami membayarnya, dan akhirnya Brian bilang, kalau gitu apa boleh kalau kita balik duluan karena kita sangat capek. Dan akhirnya trick Brian berhasil, kami berdua pulang duluan naik taksi.

And finally here I am, mandi n menulis blog ini untuk segera di posting dan setelah itu mau tidur, I need more sleep:)

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes