penyebab hipertensi

Tidak Bugar Saat Latihan? Awas Hipertensi

Peneliti terbaru menyebutkan bahwa tingkat kebugaran saat latihan ternyata juga menjadi pemicu faktor risiko penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi atau hipertensi. Benarkah demikian?

penyebab hipertensi

Studi terbaru ini dipublikasikan dalam jurnal American Hearth Association (AHA). Studi tersebut meneliti hubungan kebugaran dengan hipertensi. Peneliti mengajak peserta melakukan tes treadmil dengan mengesampingkan iskemia sebagai penyebab nyeri dada atau sesak nafas.

“Jika Anda berolahraga dalam keadaan fit, maka risiko hipertensi akan jauh lebih sedikit ketimbang mereka yang berolahraga dalam keadaan tidak fit,” kata penulis studi Dr. Mouaz H. Al-Mallah, seperti dikutip dari MedicalNewsToday.com, Kamis (18/12).

Tekanan darah normal biasanya berkisar 120/80 mmHg. Dan tekanan darah tinggi biasanya lebih dari 140/90 mmHG.

Hipertensi sendiri ada dua, yakni primer dan sekunder. Hipertensi primer tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi secara bertahap. Sementara hipertensi sekunder muncul tiba-tiba dan bisa menyebabkan masalah ginjal maupun tiroid

Mengukur Kebugaran Fisik dan Tekanan Darah tinggi

Peneliti menganalisis data 57.284 peserta yang melakoni uji tekanan treadmill dari Henry Ford Exercise Testing (FIT) Project sejak tahun 1991 hingga 2009. Dari jumlah tersebut, 35.175 peserta memiliki riwayat hipertensi.

Selanjutnya, peneliti mengukur kebugaran fisik para peserta dengan memperkirakan berapa banyak oksigen yang diserap tubuh peserta tiap menitnya. Dan berapa banyak energi yang terbakar dalam metabolic equivalents (METs). Nilai 1 METs mewakili jumlah energi yang dikeluarkan tubuh saat beristirahat, semakin banyak nilai METs menunjukkan semakin berat latihan yang dijalani.

Para peneliti mengamati bahwa peserta yang latihan kurang intens (karena kurang fit), memiliki 6 MET dan lebih dari 70% kemungkinan mengalami hipertensi. Sebaliknya, peserta yang melakukan latihan maksimal memiliki 12 MET dan cenderung 50 persen lebih sedikit mengalami hipertensi. Selama tes, peserta yang memiliki 12 MET atau lebih, memiliki 20 persen lebih kecil mengalami hipertensi ketimbang yang 6 MET.

Sebanyak 8.053 kasus baru hipertensi dilaporkan dialami peserta selama studi. Dari kasus baru, 49% di antara peserta dengan kebugaran terendah (kurang dari 6 MET), dan hanya 21% di antara peserta dengan kebugaran tertinggi (lebih dari 12 MET).
Dr. Al-Mallah menyatakan bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan bagaimana peningkatan dan penurunan tingkat latihan mempengaruhi risiko hipertensi dari waktu ke waktu. Aktivitas fisik lain tidak dinilai dalam penelitian ini, dan ini bisa dilakukan dalam penelitian selanjutnya.

Hipertensi merupakan faktor utama untuk penyakit jantung, penyebab nomor satu kematian dini di negara maju. Tingginya intensitas latihan telah dikaitkan untuk melindungi tubuh dari kondisi kesehatan, salah satunya hipertensi.

Oleh sebab itu, penting bagi semua untuk menjaga tubuh agar tetap bugar dan menjalani latihan dengan maksimal. (ctr)

BACA JUGA: 5 Latihan Push-up yang Wajib Anda Coba

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes