TV di Kamar Tingkatkan Risiko Obesitas pada Anak

Menurut penelitian di AS, anak-anak yang menonton TV di kamar tidur kemungkinan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi obesitas.

Sebuah tim peneliti dari Pennington Biomedical Research Center di Los Angeles ini meneliti hubungan antara menonton TV di kamar tidur dan obesitas, terutama ukuran pinggang yang lebih besar.

“Hubungan antara TV dan obesitas ini terutama didasarkan pada BMI (Body Mass Index). Hubungan antara TV dan massa lemak, adipositas yang disimpan dalam depot tertentu (termasuk subkutan perut dan jaringan adiposa viseral) dan risiko kardiometabolik, kurang dipahami dengan baik,” ujar pemimpin penelitian Peter T. Katzmarzyk, seperti dikutip Zeenews.com.

“Kami menyimpulkan, tingkat yang lebih tinggi menonton TV dan adanya TV di kamar tidur berhubungan erat dengan adipositas depot-spesifik dan risiko kardiometabolik,” tambah Katzmarzyk.

Antara tahun 2010 dan 2011, sebanyak 369 anak dan remaja berusia antara 5-18 tahun di Baton Rouge, yang mewakili keseimbangan antara gender, etnis, usia, dan status BMI, dievaluasi untuk berbagai faktor, seperti lingkar pinggang, tekanan darah saat istirahat, puasa trigliserida, kolesterol high-density lipoprotein, glukosa, massa lemak dan lemak perut.

Anak-anak yang memiliki TV di kamar tidur dan menonton TV lebih dari dua jam sehari masing-masing terkait risiko sampai 2,5 kali kemungkinan mengalami tingkat tertinggi massa lemak. (jay)

BACA JUGA: Anak Obesitas Disebabkan Pola Makan Ibu Saat Hamil

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes