risiko penyakit jantung

Twitter dan Risiko Penyakit Jantung

Melalui twitter kita dapat berkicau tentang opini kita, broadcast, aktivitas, dan informasi. Tapi, temuan terbaru mengatakan bahwa twitter juga dapat mengetahui risiko penyakit jantung. Benarkah?

risiko penyakit jantung

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, twitter menjadi cukup efektif mengetahui risiko penyakit jantung. Peneliti menganalisis data kesehatan dan twett dari 1.300 wilayah di Amerika.

“Twitter merupakan alat yang tepat untuk mengetahui sesuatu seperti penyakit jantung. Orang-orang kerap berbicara tentang diri mereka sendiri, yang mana hal itu mengekspresikan emosi mereka,” kata penulis utama studi Johannes Eichstaedt, dikutip dari mensfitness.com, Selasa (03/02).

Para peneliti menemukan bahwa orang yang sering berkicau negatif mengungkapkan kelelahan, permusuhan, dan stres. Dan orang yang sering berkicau negatif berada pada risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.

Sebaliknya, seseorang yang kerap berkicau optimisme, kegembiraan, ambisius, maupun aktivitas sehari-harinya, terkait dengan risiko yang rata-rata lebih rendah mengalami penyakit jantung.

Anda mungkin menduga bahwa mengutuk merupakan indikasi yang lebih tinggi risiko dan itu-tetapi beberapa kata-kata pemicu agak tak terduga. Ingin tahu di mana tweet Anda jatuh? Lihatlah tinggi ini dan kata-kata yang berisiko rendah. (ctr)

BACA JUGA: Penemuan Baru, Hormon Peningkat Fungsi Insulin

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes