patah hati

Waktu Tak Dapat Menyembuhkan Patah Hati

Siapa yang tak sedih jika orang yang diksasihi telah meninggalkan kita untuk selamanya. Ya, tentu semuanya akan merasa sedih, bahkan hingga menutup diri untuk beberapa hari, beberapa bulan, tahun, atau bahkan selamanya. Kesedihan itulah yang akhirnya bisa berdampak pada kesehatan keseluruhan Anda secara umum.

Mewek

Baru-baru ini melalui hasil penelitian menyatakan bahwa waktu tak membantu orang yang menderita akibat patah hati dapat pulih dengan mudah. Cardiomyopathy atau sindrom patah hati disebabkan oleh stres akut dan emosional akibat perceraian, kematian orang yang dicintai, dan kasus-kasus yang sejenis lainnya.

Dilaporkan, untuk memulihkan hal tersebut, perlu beberapa hari atau minggu. Namun, peneliti di Universitas Aberdeen menyatakan bahwa itu bisa memakan waktu yang cukup lama. Bisa saja hingga empat bulan, bahkan hingga seumur hidupnya. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang mengalami hal ini tidak mampu ambil bagian dalam aktivitas berat karena ketidakstabilan hati. Kesedihan yang membuat stres berlangsung secara terus menerus tersebut menyebabkan kesulitan dalam pernapasan dan membuat tekanan darah menjadi tidak normal.

Sindrom tersebut disebut juga dengan sindrom Takotsubo cardiomyopathy, yang mempengaruhi wanita dan didiagnosis pertama kali di Jepang pada tahun 1990.

Kesedihan luar biasa yang ditimbulkan dari kematian orang yang dicintai bisa juga menyebabkan risiko serangan jantung. Para ilmuwan di St George’s, University of London, menemukan bahwa 16 per 10.000 pasien, 6o di antaranya menderita serangan jantung atau stroke dalam waktu 30 hari pasca kematian orang yang dicintainya. Artikel ini dipublikasikan oleh Thehealthsite.com. (gie)

BACA JUGA: Ini Dia Akibat Terlalu Lama Nonton TV!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes