dampak minuman berenergi

Waspada, Minuman Energi Bisa Mematikan

Ribuan orang akan menghadapi efek samping yang cukup serius setelah mengonsumsi minuman energi. Bahkan, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa efek samping tersebut bisa berujung pada kematian.

eNERGI

Data pusat kontrol racun di AS, sebanyak 5.000 kasus orang sakit akibat minuman energi dalam kurun 2010-3013, hampir setengahnya merupakan anak-anak. Efek samping minuman ini antara lain kejang-kejang, irama jantung yang tidak teratur, atau tekanan darah tinggi. Anak-anak di bawah enam tahun sering mengonsumsi minuman energi tanpa tahu apa yang terkandung dalam minuman tersebut.

“Mereka tidak pergi ke toko lalu membelinya. Mereka menemukannya di dalam lemari es, ditinggalkan oleh orang tua atau saudaranya yang lebih tua,” kata rekan penulis studi Dr Steven Lipshultz, kepala dokter anak di Rumah Sakit Anak Michigan.

Biasanya, minuman energi mengandung kadar gula yang tinggi, setidaknya sama dengan kafein pada secangkir kopi. Selain itu, untuk menambah energi terdapat dari bahan-bahan seperti karnitin, asam amino alami, hingga ginseng (ramuan cina yang biasanya digunakan dalam pengobatan alternatif).

Pada tahun 2011, Lipshultz bersama rekannya melaporkan bahwa kasus penyakit yang berkaitan dengan konsumsi minuman energi meningkat. Seperti gangguan jantung, kerusakan hati, kejang hingga kematian.

Selama tahun 2010-2013, peneliti menemukan bahwa 5.156 kasus telah dilaporkan ke data pusat kontrol dan 40 persen di antaranya adalah anak-anak di bawah usia enam tahun.

Anak-anak dan orang dewasa dengan faktor-faktor risiko yang dasar (seperti gangguan kejang, aritmia atau kecenderungan untuk tekanan darah tinggi), serta pengasuh anak-anak, juga harus mengetahui risiko tersebut dan disarankan untuk tidak mengonsumsi minuman energi. (ctr)

BACA JUGA: Studi: Banyak Orang Tak Mampu Identifikasi Obesitas

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes