Waspada, Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Obesitas diketahui merupakan suatu faktor risiko untuk kanker usus besar. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang obesitas memiliki peluang kelangsungan hidup-jangka panjang yang lebih kecil daripada mereka yang kurus.

obesitas-picu-kanker-usus

Obesitas merupakan suatu penyakit multifaktorial yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan dan dapat mengganggu kesehatan. Obesitas terjadi bila ukuran dan jumlah sel lemak bertambah.

Temuan terbaru, dalam jurnal Clinical Cancer Research, menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dapat mempengaruhi prognosis jangka panjang, khususnya kepada korban laki-laki.

Dalam suatu penelitian terhadap hampir 4.400 orang dewasa Amerika yang dirawat karena kanker usus, para peneliti di Mayo Clinic di Rochester menemukan bahwa seperempat sampai sepertiga lebih pasien obesitas kemungkinan meninggal dunia selama delapan tahun ke depan dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal.

Hubungan antara obesitas dan kelangsungan hidup lebih terlihat pada laki-laki, para peneliti berspekulasi, menurut mereka laki-laki lebih memungkinkan memiliki perut dengan lemak berlebih ketimbang wanita. Obesitas perut terkait dengan efek hormonal yang, secara teori, dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan kanker usus besar atau kanker yang agresif. Meski demikian, apa dan begaimana obesitas mempengaruhi kelangsungan hidup penderita kanker usus besar masih tidak jelas.

Para peneliti mengatakan jika hasil penelitian menunjukan orang yang dirawat karena kanker usus besar harus menjaga indeks massa tubuhnya (BMI) dibawah 30. Ukuran kegemukan dalam penelitian itu dengan indikator indeks masa tubuh (body mass index/ BMI), yakni berat badan seseorang dalam kilogram diperbandingkan dengan tinggi badannya. Seseorang dengan BMI 25-29,9 dikategorikan sebagai kelebihan berat badan, sedangkan BMI 30 dan lebih dikategorikan sebagai obesitas.

Menurut para peneliti, secara teori, kelebihan lemak tubuh dapat mempengaruhi agresivitas kanker usus besar. Obesitas, khususnya obesitas perut, berhubungan dengan hormon insulin tingkat tinggi dan insulin-like growth-factor-1 (IGF-1), yang diketahui sebagai hormon yang meningkatkan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker usus besar. Penelitian juga menemukan, jika laki-laki dan perempuan yang tingkat IGF-1-nya relatif tinggi maka mereka memiliki risiko terserang penyakit kanker usus besar lebih besar daripada mereka dengan tingkat hormon IGF-1 yang lebih rendah.

Tidak jelas mengapa dalam penelitian ini obesitas yang lebih-parah tidak terkait dengan kelangsungan hidup di kalangan wanita. Salah satu kemungkinannya adalah, pada wanita hubungan lebih kompleks dikarenakan efek estrogen – yang beberapa penelitian menunjukkan dapat melindungi terhadap kanker usus besar.

Penelitian ini juga kurang memiliki informasi tentang diet dan kebiasaan olahraga pasien – faktor yang dapat mempengaruhi prognosis kanker usus besar atau resiko kematian seseorang dari penyebab lainnya, seperti penyakit jantung.

Obesitas memegang perananan yang besar dalam resiko kanker usus besar, oleh karena itu, atasi dan cegahlah obesitas melalui pengaturan diet yang baik serta berolahraga teratur. (dan)

BACA JUGA : LANGSING DALAM 6 MINGGU? INI CARANYA!

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes