Waspada, Protein Darah Meningkat Bisa Berisiko Depresi!

Menurut para ilmuwan, peningkatan kadar protein C-reactive, penanda penyakit inflamasi, tampaknya berhubungan dengan peningkatan risiko tekanan psikologis dan depresi pada populasi umum orang dewasa di Denmark.

Waspada, Protein Darah Meningkat Bisa Berisiko Depresi

Depresi merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat rendah inflamasi sistemik dapat berkontribusi terhadap perkembangan depresi.

Protein C-reactive (CRP) adalah penanda umum untuk peradangan, dan penyakit inflamasi terjadi diduga ketika tingkat CRP melebihi 10 mg/L. Namun, para peneliti masih belum jelas sejauh mana tingkat CRP berhubungan dengan tekanan psikologis dan depresi pada populasi umum.

Marie Kim Wium-Andersen, MD, dari Herlev Hospital and Copenhagen University Hospital, Denmark, dan koleganya menguji apakah kadar plasma CRP terkait dengan stres dan depresi. Peneliti menganalisis tingkat CRP dengan menggunakan data dari dua studi populasi umum di Kopenhagen, yang melibatkan 73.131 pria dan wanita berusia 20-100 tahun.

“Temuan utama dari studi ini terdiri dari asosiasi kadar CRP tinggi dengan peningkatan risiko tekanan psikologis dan depresi pada populasi umum,” kata penulis studi tersebut.

Tingkat CRP yang meningkat dikaitkan dengan meningkatnya risiko tekanan psikologis dan depresi dalam analisis tersebut. Dalam laporan penggunaan antidepresan para partisipan, rasio risiko terkena depresi sekitar 1,38 untuk tingkat CRP pada 1,01-3 mg/L, 2,02 untuk 3,01-10 mg/L, dan 2,7 untuk lebih dari 10 mg/L dibandingkan dengan 0,01 sampai 1 mg/L.

Analisis lainnya menunjukkan bahwa peningkatan tingkat CRP juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko untuk rawat inap dengan depresi, menurut hasil penelitian. Penelitian ini telah dipublikasikan secara online oleh Archives of General Psychiatry. (jay)

BACA JUGA: Sering Internet-an Bikin Otak Anak-anak ‘Mati’

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes