Waspada, Remaja Obesitas Berisiko Impotensi

Remaja pria yang obesitas berusia antara 14-20 tahun hanya memiliki setengah dari tingkat testosteron dibandingkan remaja yang lebih ramping. Tak hanya itu, kemungkinan besar remaja obesitas berisiko infertilitas di usia dewasa.

Demikian hasil penelitian yang ditemukan tim peneliti AS yang dipimpin oleh profesor asal India, Paresh Dandona.

Para peneliti dari University at Buffalo, New York, melaporkan pada awal 2004 bahwa kadar testosteron rendah, atau hipogonadisme, ditemukan pada pria obesitas dengan diabetes tipe 2. Temuan dari School of Medicine and Biomedical Sciences di universitas tersebut juga sudah mengonfirmasi pada 2010, dengan lebih dari 2.000 pria obesitas, baik diabetes dan non-diabetes.

“Kami terkejut saat mengamati penurunan 50 persen kadar testosteron dalam penelitian pediatrik ini (terbaru), karena laki-laki obesitas masih muda dan tidak diabetes,” ujar Dandona, profesor kedokteran di Buffalo at University dan kepala, Division of Endocrinology, Diabetes and Metabolism, yang memimpin penelitian, seperti dikutip oleh jurnal Clinical Endocrinology.

Penelitian ini melibatkan 25 pria obesitas dan 25 pria kurus. Konsentrasi total dan bebas testosteron dan estradiol, sebuah hormon estrogen, diukur dalam sampel darah pagi setelah puasa.

“Temuan ini menunjukkan bahwa efek dari obesitas sangat kuat, bahkan pada yang muda. Asupan nutrisi dan gaya hidup dimulai pada masa kanak-kanak memiliki dampak besar di seluruh semua tahap kehidupan,” katanya.

Selain konsekuensi reproduksi, ketiadaan atau rendahnya tingkat testosteron yang ditemukan juga akan meningkatkan kecenderungan lemak dan berkurangnya otot perut, menyebabkan resistensi insulin, yang memberikan kontribusi untuk diabetes.

“Kabar baiknya adalah kita tahu bahwa kadar testosteron akan kembali normal pada pria dewasa obesitas bila menjalani operasi bypass lambung,” kata Dandona.

“Ada kemungkinan bahwa tingkat testosteron juga akan kembali normal melalui penurunan berat badan karena akibat dari perubahan gaya hidup, meski hal ini masih perlu dikonfirmasi oleh penelitian yang lebih besar,” tutupnya. (jay)

BACA JUGA : Kurang Tidur Picu Obesitas

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes