Yuk Ladies, Turunkan Berat Badan Berlebih Sekarang Juga!

Menurunkan berat badan berlebih dapat membantu meringankan gejala hot flashes yang sering menyertai menopause bagi wanita.

Yuk Ladies, Turunkan Berat Badan Berlebih Sekarang Juga!

Hot flashes adalah gejala wajar yang biasanya dialami oleh para wanita saat menopause atau perimenopause. Gejalanya berupa rasa panas pada bagian dalam tubuh tertentu, umumnya disekitar wajah dan dada namun terkadang juga dirasakan pada bagian belakang leher.

Rasa panas tersebut juga kadang diiringi dengan keringat yang berlebih dan detak jantung yang cepat, dan biasanya berangsur selama 2 – 30 menit, selain itu tidak sedikit pula para wanita yang jatuh pingsan ketika merasakan hot flashses.

Menurut Dr. Taraneh Shirazian, hot flashes dapat terjadi pada 50% lebih wanita menopause, dan sepertiga dari wanita menopause mengalami 10 kali hot flashes dalam sehari, ia juga menambahkan bahwa hot flashes lebih sering terjadi pada wanita yang obesitas.

“Lemak sepertinya berperan sebagai isolator dan mengganggu pembuangan panas tubuh,” kata Shirazian, yang juga merupakan asisten profesor kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai Hospital, New York City, AS.

Selain itu tanggapan lain juga muncul dari Dr. Jill Rabin, seorang asisten kepala perawat rawat jalan dan program kesehatan perempuan di North Shore-LIJ Health System di New Hyde Park, NY, Rabin mengatakan bahwa estrogen juga dapat memproduksi jaringan lemak.

Rabin juga mengatakan bahwa wanita obesitas atau kelebihan berat badan secara umum lebih parah dan lebih sering untuk mengalami hot flashses.

Untuk memastikan hal tersebut para peneliti dari University of Pittsburgh, AS, melakukan sebuah studi yang diikuti 40 wanita kulit putih dan kulit hitam yang kelebihan berat badan atau obesitas serta mengalami hot flashes selama menopause.

Para peneliti membagi dua kelompok, satu kelompok menjalani program penurunan berat badan selama 6 bulan, sedangkan kelompok lainnya hanya diberitahu mereka berada di daftar tunggu untuk studi klinis (kelompok kontrol).

Dengan menggunakan pemantauan fisiologis, buku catatan, dan kuesioner, para peneliti menganalisa rincian tentang hot flashes para peserat studi.

Akhirnya para peneliti menemukan bahwa ¾ dari wanita mengatakan bahwa gejala hot flashes mereka berkurang setelah melakukan program penurunan barat badan.

Para wanita dalam kelompok program penurunan berat badan kehilangan rata – rata 10,7% dari berat badan mereka sebelumnya dan 4,7% lemak tubuh mereka selama studi.

Sementara pada wanita “kelompok kontrol” hampir tidak ada perubahan sama sekali baik dalam soal berat badan dan lemak tubuh serta gejala hot flashes.

Dilain tempat Dr. Robert Taylor, seorang profesor kebidanan dan ginekologi di Wake Forest Baptist Medical Center di Winston-Salem, North Carolina, memaparkan bahwa temuan ini menarik dan perlu adanya studi dalam skala yang lebih besar lagi.

Karena menurut Taylor, selama perimenopause ovarium seorang wanita masih memproduksi estradiol, suatu bentuk estrogen yang ampuh dapat meringankan hot flashes. Ada juga hormon estrone, jenis lain dari estrogen yang berasal dari lemak yang melawan efek estradiol.

“Dengan penurunan berat badan, produksi estrone menurun, sehingga estradiol akan berperan lebih efektif untuk menangkal hot flashes,” kata Taylor, mungkin itulah salah satu alasan mengapa wanita obesitas lebih parah mengalami hot flashes daripada wanita yang berat badannya normal.

So ladies, tidak ingin mengalami hot flashes kan’? (boy)

BACA JUGA : Diet Seimbang dengan Metode Food Combining

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes