mitos tentang kafein

4 Mitos Tentang Kafein yang Perlu Anda Ketahui

Ada beberapa mitos tentang kafein yang masih dipercaya oleh banyak orang. Padahal, beberapa ada yang tidak benar faktanya. Apa sajakah itu?

Apa yang terlintas dibenak Anda ketika mendengar kafein? Kopi?

Ya, tidak sedikit yang beranggapan bahwa kafein itu adalah kopi.

Padahal, tidak semua kafein itu hanya ada pada kopi.

Apakah kafein itu?

Kafein atau kafeina merupakan senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit. Senyawa ini berfungsi atau bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan (wikipedia).

Sebenarnya kafein tidak hanya terdapat pada kopi saja, namun juga bisa dijumpai pada beberapa sumber pangan lain seperti daun teh, buah kola, cokelat, guarana, dan mate.

Stimulan Alami Paling Dicari

mitos tentang kafein

Bagi pecinta fitnes, mungkin Anda sudah tidak asing dengan kafein. Bahkan bisa dikatakan setiap aktivitas fitnes akan terasa hambar jika tanpa kafein.

Kenapa bisa demikian? Karena kafein adalah salah satu stimulan alami yang paling dicari.

Kafein dikenal akan kemampuanya dalam meningkatkan energi, fokus, kewaspadaan, hingga dapat membantu pembakaran lemak tubuh Anda.

Kafein dapat membantu Membakar Lemak Lebih Banyak

Hasil dari beberapa penelitian mengatakan bahwa mengonsumsi kafein dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

Artinya, apabila Anda konsumsi sebelum latihan maka akan membantu memaksimalkan pembakaran lemak tubuh Anda.

Dan pada Journal of Applied Physiology tahun 2014 lalu, disebutkan bahwa konsumsi kafein dapat menambah power Anda.

Sehingga ini akan menjadikan latihan Anda lebih maksimal dan bertenaga.

Dalam hal latihan, mengonsumsi kafein dapat membantu meningkatkan kekuatan atlet lari hingga 6,5 persen, meningkatkan kekuatan angkatan atlet angkat besi hingga 9.5 persen.

Juga dapat membantu mengurangi tingkat kelelahan saat berolahraga atau latihan hingga 7 persen.

Baca Juga: Kombinasi Creatine dan Kafein, Amankah?

Menambah Daya Ingat

Memang, kafein terkenal akan kemampuannya sebagai penambah tenaga untuk aktivitas olahraga.s

Namun selain itu, kafein juga dapat membantu meningkatkan kinerja memori otak Anda.

Penelitian dari John Hopkins University mengatakan jika kafein dapat membantu meningkatkan daya ingat seseorang setidaknya selama 24 jam.

Mengurangi Disfungsi Ereksi

Kaitan kafein dengan kesehatan lainnya adalah pada risiko disfungsi ereksi.

Hasil penelitian University of Texas Health Science Center yang dipublikasikan dalam jurnal PloS One, dikatakan bahwa kafein dapat membantu mengurangi risiko disfungsi ereksi hingga 42 persen.

Menurut peneliti, hal ini dikarenakan kafein dapat membantu pembuluh darah dan otot sekitar kelamin tetap rileks.

Mitos Tentang Kafein, Antara Benar dan Tidak

mitos tentang kafein

Meski sangat terkenal akan kemampuannya sebagai penambah tenaga dan power selama beraktivitas, masih ada beberapa mitos yang kliru tentang kafein atau kopi ini.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mitos Tentang Kafein – Menyebabkan Dehidrasi

Sudah banyak orang yang membuktikan bahwa minum kopi yang mana secangkir kopi mengandung kafein yang tinggi, bisa memiliki efek diuretik yang kuat.

Artinya, bisa membuat intensitas buang air kecil menjadi tinggi. Apakah ini juga Anda alami bagi yang sering minum kopi?

Karena intensitas buang air semakin tinggi, maka banyak yang mengartikan bahwa kafein bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

Opini ini tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah.

Mengapa bisa demikian?

Apabila Anda mengonsumsi kafein dalam bentuk kopi sebanyak 4 cangkir atau 500mg per hari, maka ini akan meningkatkan risiko dehidrasi.

Namun jika Anda mengonsumsi kopi kurang dari jumlah di atas, maka Anda tidak akan mengalami dehidrasi karena terlalu banyak cairan tubuh yang keluar.

2. Mitos Tentang Kafein – Membahayakan Jantung Anda?

Beberapa ahli jantung percaya bahwa konsumsi kafein dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler.

Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa hal itu tidaklah benar selama orang yang mengonsumsi dalam jumlah normal.

Pada hasil penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2005, dari 50.000 peminum kopi tidak ditemukan hubungan antara asupan kafein moderat (sebanyak 10 cangkir per hari) dengan penyakit kardiovaskuler.

Pun demikian penelitian yang dilakukan Harvard University di tahun 1996, juga tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan penyakit jantung koroner.

Tetapi pada intinya, semua bergantung pada dosis yang dikonsumsi.

Apabila mengonsumsi tiga cangkir per hari dan itu membuat jantung Anda berdebar kencang, mungkin Anda sebaiknya mengurangi hanya 1-2 cangkir per hari.

3. Mitos Tentang Kafein – Tidak Ada Kefein dalam Decaf Kopi

mitos tentang kafein

Bila orang yang menikmati kopi terkadang diminta untuk menghindarinya karena berbagai alasan. Seperti alergi, karena interaksi dengan obat lain, memiliki penyakit tertentu, atau karena selama kehamilan.

Jika seperti ini, mungkin beberapa dari Anda akan beralih pada kopi decaf atau kopi ‘tanpa’ kafein.

Perlu diingat, sebenarnya kopi decaf ini juga tidak sempurna bebas dari kafein.

Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menetapkan bahwa produsen kopi decaf harus menghilangkan 97 persen kafein dalam kopi tersebut.

Tapi hasil penelitian dari University of Florida menemukan hingga 15 miligram kafein dalam 16 ons minuman kopi decaf.

Ini menunjukkan bahwa kopi decaf tidak benar-benar bebas dari kafein, tetapi hanya sedikit mengandung kafein.

4. Kafein Tidak Bikin Kecanduan?

Kafein menyebabkan kecanduan? Ya.

Kafein merupakan zat adiktif yang bisa menimbulkan rasa nyaman.

Karena itu, jika Anda berhenti mengonsumsi kafein (dalam hal ini kopi) apabila sudah terbiasa sebelumnya, Anda mungkin akan sedikit mengalami beberapa masalah. Seperti sakit kepala (pusing), mudah tersinggung, atau bahkan sulit berkonsentrasi dalam jangka pendek.

Kafein merupakan zat adiktif yang dapat memberikan rasa nyaman.

Pada saat Anda mendapatkan stimulus, baik dari aktivitas maupun makanan, otak akan menyeleksi aktivitas tersebut.

Dan jika dianggap menyenangkan, maka otak akan memberikan reward dengan cara mengeluarkan hormon endhorphin yang membuat tubuh nyaman.

Namun yang perlu Anda ketahui, konsumsi kafein sebelum latihan adalah cara terbaik untuk tingkatkan performa latihan Anda karena membantu menambah tenaga.

Mengonsumsi 1-3 cangkir kopi setiap hari mungkin masih menjadi ukuran normal dan aman untuk kesehatan Anda.

Tapi bila Anda mengonsumsinya secara berlebihan, belum lagi ditambah gula yang berlebihan, maka hal itu justru berpotensi menggangu kesehatan tubuh Anda.

Maka dari itu, alangkah baiknya Anda mengonsumsi kafein atau kopi secara bijak dan secukupnya.

Semoga bermanfaat.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes