DHEA, Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung

DHEA atau dehydroepiandrosterone merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dengan menggunakan kolesterol dalam tubuh, di mana melalui proses metabolisme dan konversi, hormon ini akan diubah menjadi hormon androgen, yaitu estrogen atau testosteron.

DHEA,-Bantu-Turunkan-Risiko-Penyakit-Jantung

Produksi DHEA umumnya mencapai puncaknya pada usia 20 sampai 30 tahun, lalu makin menurun seiring bertambahnya usia.
Dengan menurunnya tingkat DHEA dalam tubuh, berarti juga menurunnya tingkat estrogen dan terstosteron. Selain itu, kadar kolesterol juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, bersamaan dengan menurunnya tingkat DHEA.

Dengan demikian, kurangnya kadar DHEA dalam tubuh pun terkait dengan berbagai gangguan kesehatan kronis mulai dari obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, menurunnya tingkat kekebalan tubuh dan menurunnya libido.

Dan tentunya semua orang mengetahui kalau menurunnya kekebalan atau daya tahan tubuh pun akan membuat tubuh kita menjadi lebih rentan terhadap serangan berbagai penyakit.

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan DHEA

Selain itu, berbagai penelitian membuktikan bahwa DHEA memiliki peran yang begitu penting bagi tubuh kita. Menjaga dan meningkatkan kadar DHEA akan membantu perbaikan sistem endokrin secara keseluruhan, menurunkan resiko aterosklerosis, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan daya ingat dan daya kerja otak serta kesehatan psikologis secara keseluruhan.

Meskipun daftar manfaat DHEA yang ditemukan sudah begitu panjangnya, ini akan terus berkembang karena berbagai penelitian tak henti-hentinya dilakukan untuk menemukan berbagai manfaat hormon yang dulunya dianggap sebagai hormon buangan karena belum diketahui fungsinya ini.

Peran DHEA yang begitu penting membuatnya sulit untuk diabaikan, karena berbagai fungsinya antara lain untuk meningkatkan dan memperbaiki toleransi dan metabolisme glukosa sehingga membantu meningkatkan hormon pertumbuhan, menjaga kesehatan sel-sel otak, meningkatkan energi dalam tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung dan aterosklerosis.

DHEA dapat membantu mengurangi lapisan lemak di dinding pembuluh darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh, meningkatkan libido Anda serta mengurangi depresi. Di samping itu, DHEA juga dikenal sebagai hormon untuk mencegah penuaan dini.

Hasil Penelitian tentang Manfaat DHEA

Tak cukup sampai di situ, sebuah penelitian baru yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa suplemen DHEA, bersama dengan kalsium dan vitamin D, akan meningkatkan kepadatan tulang sehingga dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Menurut studi ini, DHEA akan merangsang pembentukan tulang dan membantu penyerapan kalsium, serta meningkatkan kadar estrogen pada wanita, mengingat rendahnya tingkat estrogen pada wanita menopause merupakan salah satu penyebab terjadinya osteoporosis.

Sumber DHEA

DHEA juga dapat ditemukan dalam makanan. Salah satunya adalah ubi liar terutama yang berasal dari Meksiko. Selain itu, tingkat DHEA dalam darah dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi suplemen dan kadar DHEA dalam darah bisa berkurang dengan adanya stres.

Langkah lain untuk meningkatkan kadar DHEA yang sederhana dan paling dasar adalah dengan berolahraga secara teratur, menghindari merokok, menghindari alkohol, menghindari hormon steroid sintetis, menghindari stres, banyak tidur, mempertahankan berat badan ideal, dan mengurangi persentase lemak dalam tubuh. (dan)

BACA JUGA : HIIT, Cara Efektif Turunkan Berat Badan

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes