Studi: BCAA Beri Dampak Positif Pada Gangguan Kesehatan

Berbagai studi telah dilakukan untuk mempelajari manfaat BCAA dalam mengurangi risiko penyakit. Salah satu yang telah terbukti efektif dan merupakan yang paling dikenal adalah penggunaan suplementasi BCAA untuk pasien penyakit hati (liver). Namun, ternyata suplementasi BCAA juga bermanfaat dalam terapi berbagai kondisi kesehatan lainnya.

manfaat-bcaa
BCAA (Branched Chain Amino Acid) atau biasa disebut juga dengan asam amino rantai cabang terdiri atas asam amino esensial Leucine, Isoleucine, dan Valine. Ketiga asam amino ini merupakan pemain kunci dalam proses sintesa protein dan produksi energi. Selain itu, BCAA juga memberikan manfaat lain terkait dengan fungsi masing-masing asam amino penyusunnya.

Manfaat BCAA Untuk Mempercepat Penyembuhan

BCAA merupakan nutrisi yang memegang peranan penting dalam proses sintesa protein dan pemulihan atau penyembuhan dalam tubuh. Masing-masing asam amino yang terkandung dalam BCAA memiliki fungsi tersendiri yang saling menunjang proses pemulihan dan pertumbuhan otot. Leucine penting untuk penyembuhan luka terutama pada kulit dan tulang serta melindungi otot. Isoleucine membantu produksi energi dan penting dalam proses pembentukan hemoglobin. Valine membantu menjaga keseimbangan nitrogen yang sangat penting untuk perkembangan otot.

Untuk itu, suplemen BCAA akan membantu tubuh saat jaringan tubuh yang mengalami kerusakan atau luka sedang dalam proses penyembuhan, dan menjaga jaringan otot dari katabolisme atau pemecahan selama beraktivitas fisik atau berolahraga intensif.

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, BCAA dapat memberikan manfaat positif pada beberapa gangguan kesehatan, antara lain:

Penyakit Hati

BCAA telah cukup lama dikenal dalam perawatan bagi pasien penyakit hati. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Gastroenterology tahun 2003, suplementasi BCAA terbukti mampu meningkatkan fungsi hati, mengurangi waktu rawat inap di rumah sakit, dan meningkatkan kualitas hidup pasien sirosis hepatis atau penyakit hati kronik. Suplementasi BCAA juga penting untuk menjaga kadar albumin serum bagi pasien sirosis.

Kanker

Pasien kanker umumnya mengalami penurunan kemampuan sintesa protein dan glutamine yang mempengaruhi respon imun atau kekebalan tubuh. Keadaan ini bahkan semakin memburuk setelah pasien kanker menjalani terapi. Penelitian yang dilakukan University of Trieste, Trieste, Italy, pada tahun 2006, menemukan bahwa pemberian suplementasi BCAA dapat meningkatkan sintesa protein otot dan glutamine.

Kelelahan

Triptofan adalah sebuah asam amino yang normalnya berada di aliran darah dan berikatan dengan plasma protein darah yang sangat penting, yaitu albumin. Namun selama aktivitas fisik atau latihan yang berat dan lama, triptofan akan melepaskan ikatannya dengan albumin yang kemudian diubah jadi zat kimia lain bernama serotonin yang akan memicu kelelahan dan penurunan performa fisik dan mental.

Menurut University College of Physical Education and Sports and Department of Physiology and Pharmacology, Karolinska Institutet, yang bertempat di Stockholm, Swedia, meningkatkan konsumsi BCAA akan menurunkan jumlah triptofan bebas dalam darah sehingga mengurangi kelelahan dan meningkatkan performa fisik.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa suplementasi soy protein dengan BCAA dapat meningkatkan anabolisme atau pembentukan protein pada pasien Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) atau dikenal dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Cedera Otak

Sebuah studi telah dilakukan untuk meneliti apakah suplementasi BCAA pada pasien trauma kepala (traumatic brain injury) dapat meningkatkan pemulihan kognitif dan mempengaruhi konsentrasi plasma tirosin yang merupakan prekursor neurotransmiter katekolamin serta konsentrasi plasma triptofan yang merupakan prekursor neurotransmiter serotonin di otak.

Hasilnya dapat disimpulkan bahwa suplementasi BCAA dapat memperbaiki skor Disability Rating Scale (DRS) tanpa menyebabkan efek negatif pada tirosin dan triptofan. DRS merupakan parameter yang digunakan untuk menjelaskan prognosa cedera kepala, yang mencerminkan kerusakan (impairment), ketidakmampuan (disability), dan kecacatan (handicap).

Luka Bakar dan Sepsis

Pada kejadian luka bakar, terjadi hipermetabolisme yang memicu terjadinya katabolisme protein berlebihan dan ekskresi nitrogen urin yang meningkat. Protein juga hilang melalui eksudat. Oleh karena itu, BCAA akan membantu meningkatkan keseimbangan nitrogen dan mencegah laju katabolisme protein dalam tubuh.

Selain itu, leucine telah diteliti efeknya dan berguna untuk sintesis protein pada luka bakar dan sepsis (infeksi dalam darah yang menyebabkan perdangan di seluruh tubuh). Berdasarkan penelitian, pasien yang selamat dari sepsis ternyata memiliki kadar BCAA dalam darah yang lebih tinggi daripada yang meninggal.

Masih terus dikembangkan sebagai bagian dari terapi medis karena BCAA merupakan nutrisi esensial dengan beragam manfaat bagi tubuh. Jika Anda memiliki kondisi medis seperti di atas, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan suplementasi BCAA untuk pengobatan. (dan)

BACA JUGA: Studi, Kalsium adalah Pembakar Lemak

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes