Turun Berat Badan dengan Hoodia Gordonii

Hoodia Gordonii merupakan tanaman sejenis kaktus yang banyak ditemukan di wilayah Afrika Selatan. Tanaman ini tumbuh secara alami di Afrika Selatan dan Namibia. Hoodia Gordonii ditemukan dan kemudian digambarkan oleh Kol. Robert Jacob Gordon di sekitar Sungai Orange pada tahun 1779, dan diidentifikasi sebagai Stapelia, genus yang terkait erat dengan Hoodia.

Selama bertahun-tahun, orang Amerika menggunakan Hoodia untuk membantu mereka yang mengalami kelebihan berat badan untuk berdiet. Ini diyakini efektif mengingat selama ribuan tahun, orang-orang Afrika yang tinggal di semak-semak telah mengkonsumsi tanaman segar asli yang tumbuh di sekitar tempat tinggal mereka ini dan tetap langsing.

Bagaimana Hoodia membantu menurunkan berat badan?

Hoodia memang memiliki beberapa bukti ilmiah atas manfaatnya dalam menunjang program penurunan berat badan. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa ada beberapa jenis mekanisme penekan nafsu makan dalam beberapa bahan kimia alami yang terkandung dalam Hoodia. Bukti ini salah satunya mengacu pada penelitian yang dilakukan seorang professor di Brown University, yang menemukan bahwa sebuah molekul dalam Hoodia, yang disebut P57, memiliki efek pada hipotalamus otak, yang membantu mengatur nafsu makan. Studi yang dilakukan pada hewan percobaan ini membuktikan bahwa Hoodia memiliki kandungan aktif yang potensial untuk mengurangi nafsu makan, sehingga akan membantu program diet.

Berdasarkan berbagai penelitian, Hoodia pun banyak digunakan untuk membantu menekan nafsu makan serta menjaga perasaan kenyang lebih lama. Ini dikarenakan mekanisme kerja dari Hoodia yaitu dengan cara mengirim pesan pada otak, di hipotalamus, yang juga merupakan pusat rasa kenyang, yang mempengaruhi keinginan untuk mengkonsumsi makanan. Zat aktif dalam  Hoodia yang mempengaruhi hipotalamus pun akan mengirim sinyal pada otak bahwa tubuh sudah kenyang sehingga menghindarkan Anda dari makan berlebihan.

Selain fungsinya yang telah banyak dikenal dalam menekan nafsu makan, Hoodia juga telah diteliti dalam fungsinya untuk mengurangi produksi asam lambung. Produksi asam lambung dihambat oleh P57, molekul aktif yang ditemukan di Hoodia Gordonii, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa ekstrak P57 standar yang diberikan pada tikus melalui sebuah percobaan in vivo in vitro menunjukkan adanya pengurangan asam lambung hingga 40-60%.

Dosis Hoodia yang dianjurkan untuk dikonsumsi sampai saat ini masih belum ditentukan secara pasti. Hal ini karena banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dosis Hoodia yang dianggap efektif bervariasi pada tiap orang. Meskipun tidak ada laporan kematian akibat overdosis Hoodia, dosis yang terlalu besar dalam mengkonsumsi Hoodia dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Untuk mendapatkan manfaat Hoodia Gordonii dalam membantu mengatasi nafsu makan berlebih, saat ini Hoodia sudah bisa didapatkan dalam berbagai bentuk suplemen yang sudah diproduksi di berbagai negara. Namun demikian, suplemen Hoodia sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita hamil atau menyusui ataupun anak-anak dengan usia di bawah 18 tahun. Bagi Anda yang menderita kondisi medis tertentu atau saat ini sedang menjalani pengobatan, sebaiknya tidak mengkonsumsi suplemen Hoodia tanpa pengawasan dokter.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes