Whey Protein, Sumber Protein Penting untuk Tubuh Ideal

Whey merupakan produk sampingan atau limbah dari pembuatan keju ataupun mentega. Whey protein merupakan salah satu protein utama pada susu, baik air susu ibu, susu sapi ataupun susu formula.

Whey-Protein,-Sumber-Protein-Penting-untuk-Tubuh-Ideal

Ada beberapa macam jenis whey protein yang berbeda yang ditentukan oleh jenis asam atau enzim yang digunakan dalam pembuatan keju. Ada whey protein yang menggunakan enzim sebagai metode koagulasinya, ada yang menggunakan asam dan yang terakhir adalah jenis whey yang menggunakan asam selain asam laktat seperti HCl dan asam sulfat.

Whey protein biasanya tersedia dalam tiga bentuk utama yaitu:

  • Concentrate, yang mengandung lemak dan kolesterol yang rendah tapi secara umum memiliki tingkat senyawa bioaktif lebih tinggi, dan karbohidrat dalam bentuk laktosa, kandungan protein di dalamnya adalah 29% -89% menurut beratnya.
  • Isolate, diproses untuk menghilangkan lemak, dan laktosa, tapi biasanya lebih rendah kandungan senyawa bioaktifnya. Kadar proteinnya adalah 90% atau lebih menurut beratnya. Kedua jenis whey protein ini sedikit memiliki cita rasa susu.
  • Hydrolysate atau hidrolisat, telah dicernakan sebelumnya, merupakan protein whey yang terhidrolisa sebagian, sehingga lebih mudah diserap, tetapi harganya umumnya lebih mahal. Whey protein yang terhidrolisa lebih lanjut akan lebih rendah sifat alergeniknya dibandingkan dengan bentuk whey protein yang lain. Namun demikian, whey protein ini memiliki rasa yang sangat pahit.

Saat berdiet, konsumsi protein dalam jumlah yang cukup juga diperlukan agar kebutuhan protein harian kita terpenuhi. Whey protein merupakan salah satu sumber protein yang baik dan sangat disarankan untuk membantu program diet Anda.

Protein dalam susu kurang lebih terdiri dari 20% whey protein. Berbagai macam penelitian menunjukkan hasil bahwa whey protein efektif untuk membantu program fat loss melalui beberapa mekanisme yang berbeda.

  1. Menurunkan Kadar Lemak
    Para peneliti dari Minnesota’s Applied Research Center menemukan bahwa orang yang melakukan diet dengan mengurangi kalori disertai suplementasi whey protein dapat menurunkan kadar lemak tubuhnya lebih banyak daripada yang hanya menerapkan diet rendah kalori saja.
  2. Meningkatkan Massa Otot
    Menambah massa otot dapat mempercepat penurunan berat badan. Ini karena tubuh akan membakar kalori lebih banyak jika otot makin banyak. Hasil penelitian para ahli dari University of Texas Medical Branch menunjukkan bahwa konsumsi whey protein setelah latihan beban dapat meningkatkan pertumbuhan otot dengan cara merangsang pembentukan protein otot.
  3. Mengurangi Nafsu Makan
    Menambahkan asupan whey protein dapat menekan nafsu makan, sehingga menurunkan asupan kalori dan meningkatkan pembakaran lemak. Sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa setelah mengkonsumsi whey protein, maka asupan kalori kita akan lebih sedikit daripada biasanya.

Whey protein merupakan sumber protein yang mudah dicerna dan efektif untuk membantu meningkatkan metabolisme Anda dan juga membantu tubuh membakar kalori lebih banyak. Dengan berlatih secara intens dan mengonsumsi whey protein, proses pembakaran lemak akan menjadi sempurna.

Jika Anda berencana untuk mengkonsumsi whey protein, pastikan Anda memilih produk yang memiliki komposisi terbaik dan dengan kualitas terbaik untuk mendapatkan hasil optimal dari whey protein.

BACA JUGA : Pentingnya Protein dalam Mencegah Rambut Rontok

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes