performa latihan menurun

10 Kebiasaan yang Membuat Performa Latihan Menurun

Beberapa kebiasaan yang sering Anda lakukan bisa membuat performa latihan menurun lho. Apa saja kebiasaan tersebut dan bagaimana mengatasinya?

Anda datang ke pusat kebugaran atau gym tentunya memiliki tujuan yang berbeda-beda.

Ada yang ingin turunkan berat badan, mendapatkan bentuk tubuh ideal berotot, atau sekedar untuk dapatkan kesehatan tubuh yang maksimal.

Apapun target Anda, semua dapat ditentukan oleh performa latihan Anda.

Tentu saja masih ada aspek lain yang tak kalah penting yakni pola makan (diet), istirahat yang cukup, dan bila perlu suplementasi.

Namun sekarang yang kita bahas adalah performa latihan.

Jika performa latihan menurun, impian miliki bentuk tubuh yang diinginkan juga akan tidak didapat.

Dan performa latihan Anda juga bisa ditentukan oleh kebiasaan Anda saat latihan di gym maupun di luar gym.

Kebiasaan Anda dapat menghambat jalan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan.

Karena itu sebaiknya hindari kebiasaan-kebiasaan yang justru dapat menghambat Anda.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang sebaiknya Anda hindari saat latihan di gym karena dapat membuat performa latihan menurun:

1. Kurang Memahami Target dan Latihan yang Dilakukan

performa latihan menurun

Artinya, Anda sendiri sepertinya kurang mampu memahami apa goal fitness Anda.

Ok, Anda memang berniat untuk membentuk tubuh seperti yang orang-orang lakukan.

Dan Anda memiliki idola sebagai motivasi Anda. Memang itu bagus.

Tapi apakah teknik yang idola Anda lakukan juga dapat berdampak baik juga untuk Anda?

Tidak selalu mengikuti cara yang dilakukan idola Anda atau orang lain adalah salah satu cara yang baik untuk membantu meningkatkan performa latihan Anda.

Tentukan jenis latihan yang sesuai dengan target Anda. Jangan selalu meniru gerakan dan jenis latihan dari orang lain karena itu belum tentu berdampak baik untuk Anda.

Karena jika kurang berdampak pada Anda, hal itu bisa membuat performa latihan menurun.

Atau bahkan dapat membuat Anda berhenti latihan karena semangat Anda habis.

So, berlatihlah dengan sesuai goal fitness Anda.

2. Mengabaikan Pemanasan Bisa Membuat Performa Latihan Menurun

Apakah ini juga sering Anda lakukan?

Jika iya, ini akan dapat mengganggu performa latihan Anda.

Warming up atau pemanasan dilakukan sebagai persiapan sebelum latihan berat ataupun menginjak latihan yang membutuhkan tenaga ekstra Anda.

Pemanasan biasanya ditandai dengan kondisi tubuh sedikit berkeringat.

Hal ini dikarenakan, usai pemanasan suhu tubuh meningkat.

Sehingga, membuat metabolisme tubuh Anda juga bekerja lebih cepat. Saat suhu tubuh meningkat, jaringan tubuh akan semakin elastis. Inilah yang membuat Anda terhindar dari cedera.

Salah satu yang direkomendasikan adalah melakukan peregangan dinamis di atas foam roller selama 5-10 menit.

Jangan menganggap pemanasan ini membuang-buang waktu, tapi anggaplah waktu pemanasan ini untuk membantu Anda mendapatkan performa latihan yang maksimal.

3. Melakukan Gerakan Latihan yang Sama

performa latihan menurun

Dan satu hal lagi yang bisa menghambat target Anda adalah melakukan latihan yang monoton.

Yang mana dalam setiap sesi latihan, Anda melakukan gerakan maupun jenis latihan yang sama.

Bukan hanya itu, berat maupun repetisinya juga monoton.

Tentu saja ini kurang baik untuk perkembangan goal fitness Anda.

Jika Anda ingin mendapat perkembangan yang pasti, maka menantang tubuh Anda dengan latihan maupun beban yang lebih akan dapat membantu Anda.

Lakukan variasi gerakan latihan lain dengan tepat. Selain membantu menantang otot Anda dengan gerakan yang baru, juga bisa mengatasi kebosanan.

4. Membuang Waktu Saat Istirahat

Setelah menyelesaikan set yang begitu melelahkan, pastinya Anda butuh istirahat.

Begitu menyelesaikan satu set, Anda melangkah keluar gym untuk beristirahat lalu mengobrol ‘ngalor-ngidul’ dengan fitnes mania lain.

Saking serunya obrolan tersebut, Anda sampai lupa untuk melanjutkan latihan.

Pastinya ini tidak baik untuk perkembangan latihan Anda.

Beristirahat terlalu antar set adalah salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan.

Jika Anda ingin membakar kalori lebih banyak, maka sebaiknya Anda menjaga detak jantung Anda tetap stabil.

Apabila Anda cukup sulit menghindarinya, coba gunakan timer pada saat Anda istirahat di tiap setnya.

Usahakan waktu istirahat tersebut jangan sampai membuat tubuh Anda merasa ‘dingin’, detak jantung (heart rate) menurun, dan fokus Anda mulai hilang.

Anda juga bisa simak artikel berikut ‘Berapa Lama Istirahat Antar Set?’ untuk dapatkan tips terbaiknya.

5. Latihan yang Lama Bikin Perkembangan Lebih Cepat?

performa latihan menurun

Ini juga cukup banyak dilakukan oleh fitnes mania. Apakah juga dengan Anda?

Sebaiknya, lebih baik pikirkan intensitas latihan daripada durasi setiap sesi latihan.

Ya, yang sebaiknya direkomendasikan adalah bukan waktu latihan yang lama, melainkan intensitas dari latihan itu sendiri.

Latihan singkat yang baik untuk dilakukan antara lain circuit training, HIIT, atau full body workout.

Yang mana, latihan-latihan tersebut dilakukan dalam waktu yang cukup singkat namun sangat menantang untuk otot tubuh Anda.

6. Performa Latihan yang Buruk

Dalam setiap latihan, katakanlah Anda mampu mengangkat beban hingga 50 kilogram.

Namun, bukan berarti kemampuan Anda juga dapat meningkat dengan mengangkat beban tersebut.

Poin yang tak kalah penting adalah bentuk atau gerakan latihan yang benar.

Jika Anda memaksa mengangkat beban tersebut tapi gerakan yang Anda lakukan kurang tepat, hal itu justru dapat meningkatkan potensi cedera.

Inilah yang disebut dengan performa latihan yang kurang maksimal.

Langkah terbaik yang perlu Anda lakukan adalah mengangkat beban semampu Anda dengan bentuk yang tepat, serta dapat menyelesaikan repetisi hingga failure.

Ingat, latihan yang dilakukan dengan gerakan yang tidak tepat bisa berujung sia-sia.

Untuk mendapat hasil yang positif, Anda harus menekan otot Anda dengan gerakan latihan yang tepat.

7. Mengabaikan Tubuh Bagian Bawah

performa latihan menurun

Setiap fitnes mania, pastinya menginginkan bentuk tubuh yang ideal.

Namun terkadang, beberapa fitnes mania hanya fokus pada tubuh bagian atas (upper body).

Memang, itu adalah target utama Anda. Tapi akan jauh lebih baik jika Anda juga memperhatikan tubuh bagian bawah.

Terlalu menghindari latihan yang menargetkan otot kaki juga tidak baik karena kaki adalah pondasi di setiap gerakan latihan Anda.

Jika sudah demikian, maka sebaiknya segera perhatikan lower body Anda dengan mencari tahu latihan terbaik untuk otot kaki Anda.

Kaki Anda adalah pondasi yang kuat untuk membangun seluruh tubuh Anda.

Dengan dasar yang kuat, tidak ada batasan untuk hasil yang ingin Anda capai.

8. Terlalu Sering Bersama Smartphone

Maksud dari judul ini adalah bermain smartphone Anda untuk bersosialisasi di dunia maya.

Media sosial seperti Facebook atau Instagram tampaknya susah untuk dilepaskan dari segala aktivitas Anda, termasuk juga latihan.

Pada saat latihan di gym, Anda seolah tidak ingin ketinggalan untuk update status, pasang foto latihan Anda, atau memantau status dari teman-teman Anda.

Terlalu asyik bermain (social media) dengan smartphone akan membuat performa latihan menurun.

Jadi tinggalkan smartphone Anda di loker agar Anda lebih fokus pada latihan.

Pastinya akan jauh lebih baik jika smartphone tersebut Anda gunakan yang benar-benar membantu program fitnes Anda.

Misalnya menggunakan smartphone untuk mendengarkan musik pada saat latihan. Ingat, musik adalah salah satu cara untuk meningkatkan motivasi Anda selama berlatih.

9. Manfaatkan Juga Latihan di Luar Gym

performa latihan menurun

Berlatih keras di gym dan berkeringat akan sangat baik untuk mendukung goal fitness Anda.

Tapi apakah latihan hanya bisa dilakukan di gym atau pusat kebugaran? TIDAK.

Ketika memasuki musim penghujan seperti sekarang, aksi malas keluar rumah adalah hal yang biasa. Padahal, sekarang adalah jadwal latihan yang sudah Anda susun.

Apakah itu jadi penghambat? Belum tentu karena Anda bisa melakukan latihan sendiri di rumah.

Memang, keterbatasan alat mungkin bisa menjadi kendala bagi Anda.

Tapi tidak selamanya demikian karena Anda masih bisa melakukan latihan bodyweight atau latihan yang menggunakan berat tubuh Anda sebagai beban.

Contoh sederhana dari latihan ini adalah push up, sit up, atau pull up.

10. Inkonsistensi

Semua pada akhirnya adalah berkaitan dengan komitmen.

Komitmen sangat penting untuk mendukung apapun goal fitness Anda.

Karena dengan komitmen yang kuat maka performa latihan Anda akan tetap maksimal di setiap sesinya.

Namun kenyataannya, hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Masih banyak fitnes mania yang inkonsisten. Bukan hanya pada latihan, melainkan pengaturan pola makan (diet).

Konsistensi sangat diperlukan agar tidak membuat performa latihan menurun.

Performa yang maksimal akan mempercepat Anda untuk meraih goal fitness.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes