Apa yang Anda Cari di Label Suplemen Anda?

""

Mengkonsumsi suplemen atau nutrisi tambahan adalah cara yang baik untuk membantu tubuh Anda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya. Tetapi bagaimana Anda tahu persis apa yang Anda dapatkan dari suplemen yang Anda konsumsi? Jawabannya ada pada label suplemen Anda. Di luar suplemen itu sendiri, label adalah bagian paling penting dari sebuah produk suplemen.

Label akan memberitahu semua hal yang Anda perlu ketahui tentang suplemen itu, dan apa saja yang masuk ke dalam tubuh Anda jika Anda mengkonsumsinya.

Suplemen makanan berbeda dengan obat-obatan, sehingga lembaga yang mengatur makanan, suplemen makanan, obat-obatan, peralatan medis, serta kosmetik seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, ataupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia, tidak mengatur efektivitas suplemen makanan. Meski demikian, FDA maupun BPOM tetap mengatur ‘kualitas’ suplemen, dan bahan-bahan yang dikandungnya.

Pada tahun 1994, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan undang-undang yang mengatur tentang suplemen makanan, yaitu Dietary Supplement Health and Education Act, yang bertujuan untuk membantu meningkatkan keamanan dan transparansi informasi mengenai produk suplemen makanan. Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga mengeluarkan pedoman yang dikenal dengan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk memastikan suplemen makanan yang akan dikonsumsi aman dan dibuat dengan prosedur yang baik. Tak hanya di Amerika Serikat, di Indonesia pun Kepala BPOM juga mengeluarkan keputusan tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan, di mana mewajibkan suplemen makanan diproduksi dengan mengikuti pedoman GMP yang di Indonesia diistilahkan sebagai Cara Pembuatan yang Baik.

Peraturan-peraturan ini mengharuskan produsen suplemen makanan untuk mencantumkan “Dietary Supplement” atau “Suplemen Makanan” pada label suplemen yang diproduksi, serta harus menampilkan secara akurat bahan-bahan apa saja yang dikandung oleh produk tersebut. Berdasarkan apa yang sudah Anda ketahui tentang peraturan ini, sekarang Anda dapat memahami apa yang ada di label suplemen yang Anda konsumsi.

Seperti disebutkan sebelumnya, label harus berisi kata “Dietary Supplement” atau “Suplemen Makanan”. Umumnya, Anda bisa menemukan kata-kata tersebut pada label depan, bersama dengan nama merek dari produk itu sendiri. Kadang-kadang Anda juga akan menemukan ukuran (jumlah pil/kapsul/tablet/dll atau berat) di bagian depan label.

Label di bagian belakang kemasan produk berisi informasi penting tentang bahan produk. Di sini Anda akan menemukan jumlah pil serta dosis pemakaiannya. Selain itu, Anda akan menemukan daftar semua bahan dalam produk tersebut. Di sinilah Anda dapat mengetahui apa yang sebenarnya ada dalam produk tersebut, dan sesuai atau tidaknya suplemen tersebut dengan kebutuhan Anda. Di sebelah masing-masing bahan Anda akan menemukan jumlah yang terkandung dalam produk tersebut. Banyak label suplemen juga mencantumkan nilai kecukupan terhadap kebutuhan nutrisi harian yang dianjurkan atau dikenal dengan Percent Daily Value.

Selain itu, Anda mungkin menemukan semacam disclaimer pada label. Seperti disebutkan sebelumnya, FDA tidak mengatur efektivitas suplemen makanan, maka Anda akan melihat disclaimer yang berbunyi semacam, “Produk ini tidak dimaksudkan untuk mengobati, menyembuhkan, atau mendiagnosis penyakit.”, dan jenis disclaimer lainnya.

Sekarang Anda sudah lebih memahami tentang apa yang tertera pada label suplemen Anda, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat bila Anda akan mengkonsumsinya. Jangan lupa untuk membaca label sebelum mengambil keputusan, karena akan memberitahu yang Anda perlu ketahui tentang produk tersebut.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes