bakar lemak

Bagaimana Cara Bakar Lemak Tanpa Korbankan Otot?

Siapa yang tak ingin mempunyai tubuh atletis lengkap dengan guratan otot-ototnya? Ya, bagi mereka yang begitu menjunjung dan menerapkan pola hidup sehat di setiap aktvitasnya, maka merelakan waktunya beberapa jam untuk latihan tidak akan menjadi masalah. Namun, pada akhirnya banyak pula yang mundur karena tak mengalami banyak kemajuan pasca latihan.

Headline otot

Mengapa Pembentukan Otot Hanya Pada Beberapa Bagian Tubuh Saja?

Apakah Anda juga mengalami masalah yang sama? Bahkan pada beberapa kasus, ada pula yang telah berhasil membentuk otot di beberapa bagian tubuhnya. Katakanlah, bagian tubuh tersebut seperti bicep dan otot paha Anda. Benar, kedua bagian otot tubuh tersebut menjadi lebih padat dan menunjukkan beberapa kemajuan. Namun, terdapat beberapa masalah yang timbul seiring dengan kemajuan dua otot tersebut. Mengapa pada beberapa bagian otot tubuh yang lainnya justru semakin memperlihatkan timbunan lemak? Misalnya, pada bagian perut dan bahu sedikit lebih menonjol dan sedikit besar karena tumpukkan lemak.

Apa Penyebabnya?

Jika Anda mengalami kasus yang sama seperti di atas, tampaknya Anda sedang mengalami masalah yang biasa disebut dengan ‘bulking up’. Artinya, Anda berhasil mendapatkan beberapa otot, sekaligus mendapatkan kalori tinggi yang masuk ke tubuh. Bulking sendiri adalah fase waktu yang dialokasikan seseorang untuk menambah massa otot sebanyak-banyaknya dengan mengurangi Body Fat percentage (BF%) yang sesedikit mungkin.

Lalu, Bagaimana Mengatasinya?

Untuk itu, Anda perlu memangkas kalori yang tertimbun di bagian beberapa tubuh Anda. Caranya yakni dengan melakukan latihan kardio seperti bersepeda atau treadmill. Syarat lainnya adalah Anda harus melakukan diet dan menghindari makanan-makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan menjaga asupan protein dan lemak Anda. Jenis latihan ini akan membantu Anda untuk menyingkirkan beberapa kelebihan lemak tanpa harus mengorbankan otot Anda yang telah terbentuk.
Dalam hal latihan, tambahkan beberapa latihan HIIT secara intens setidaknya 1-2 kali seminggu. Latihan tersebut misalnya berlari, kettlebell work, rope jumping (lompat tali) dan lain-lainnya. Setiap sesi harus Anda lakukan sekitar 10-15 menit, dan dapat Anda lakukan setelah latihan angkat beban.

Artikel ini ditulis berdasarkan hasil dari tanya jawab dalam website The HealthSite.com. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Fitenes Mania sekalian. (gie)

BACA JUGA: Mengapa Anda Menangis Ketika Terlalu Bahagia?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes