Ingin Otot Besar, Ketahui Prinsip Hypertrophy Specific Training

Mungkin bagi Anda yang telah lama intens di dunia kebugaran telah mengetahui struktur otot, sehingga tahu bagaimana cara cepat atau mudah untuk membentuknya. Ya, pembentukan otot yang besar dan mengagumkan tersebut menggunakan teknik Hipertrofi, yang dalam dunia kebugaran populer disebut sebagai Hypertrophy Specifik Training (HST).

TRAINING_Ini-Dia-Teknik-Latihan-2

Apa itu HST? HST muncul dari penelitian yang bertujuan merangsang dan melakukan mekanisme untuk membentuk dan membesarkan otot Anda. HST didasarkan pada prinsip fisiologis yang pertama kali ditemukan di laboratorium ketika penelitian. Prinsip tersebut kemudian disusun menjadi “metode” mekanis otot untuk menginduksi hipertrofi.

Untuk itu, bagi Anda baik itu yang telah lama berkecimpung di dunia kebugaran ataupun pemula, ada baiknya untuk mengetahui informasi-informasi ini.

Berikut adalah prinsip-prinsip hipertrofi otot atau HST yang wajib untuk Anda pelajari:

1.) Beban Mekanik

Beban mekanik diperlukan untuk menginduksi hipertrofi otot. Mekanisme ini melibatkan MAPk/ERK, sel-sel satelit, faktor pertumbuhan, kalsium, dan faktor-faktor lainnya. Intinya, dengan melakukan beban mekanik menjadikan Anda tahu bagaimana hipertrofi otot dapat terjadi.

2.) Progresif Beban

Seiring waktu, jaringan menyesuaikan dan menjadi resisten terhadap efek dari beban mekanis. Adaptasi ini (perlawanan terhadap rangsangan) dapat terjadi dalam waktu 48 jam. Ketika ini terjadi, hipertrofi akan berhenti. Meskipun begitu, adaptasi syaraf dan metabolik akan terus berjalan. Peningkatan kekuatan dari resistensi latihan yang telah dikaitkan dengan beberapa adaptasi syaraf yang termasuk pola latihan progresif beban. Di antaranya seperti motor unit sinkronisasi, potensiasi refleks, aktivitas penggerak otot antagonis dan protagonis.

3.) Lakukan Stimulus atau Rangsangan

Dalam rangka untuk pembentukam hipertrofi yang signifikan, stimulus harus diterapkan dengan frekuensi yang cukup untuk membuat kebiasaan baru. Di antaranya Anda dapat mengambil minggu tenang untuk istirahat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan sintesis protein, prostaglandin, tingkat mRNA yang semuanya akan kembali normal sekitar 36 jam.

4.) Pemanfaatan Asam Laktat Sebagai Stimulus Tendon

Dengan menggabungkan beberapa hal lain dalam program HST, di antaranya seperti repetisi yang lebih tinggi. Hal ini tentunya akan menimbulkan atau membentuk asam laktat yang lebih tinggi. Asam laktat digunakan untuk mempersiapkan otot-otot dan tendon agar dapat mengangkat beban berat pada saat latihan. Ini berfungsi sebagai “perawatan rutin.” Tanpa adanya hal tersebut dapat meningkatkan risiko cedera kronik dan rasa sakit. Reps metabolik dapat meningkatkan penyembuhan tendon yang menegang ketika latihan.

5.) Senyawa Latihan

HST juga menunjukkan dan menggunakan senyawa latihan untuk memaksimalkan efek pembebanan pada otot sebanyak mungkin ketika latihan.

6.) Sesuaikan Repetisi untuk Mengakomodasi Beban Progresif

HST merekomendasikan dengan melakukan latihan beban secara dinamis. Artinya perhitungkan repetisi dengan beban dinamis yang dipilih. Misalnya pada latihan minggu pertama Anda melakukan ankat beban dengan berat 45 kg, dengan 15 repetisi. Maka pada minggu selanjutnya Anda dapat mengangkat beban 50 kg dengan 12 repetisi. Begitu seterusnya. Hukumnya, semakin tinggi beban yang Anda angkat, maka repetisi yang Anda lakukan harus semakin rendah.

Itulah yang wajib Anda ketahui tentang prinsip-prinsip HST. HST sendiri berguna untuk meningkatkan pembentukan otot di tubuh Anda. Jika Anda ingin mempunyai otot kekar, maka tak ada salahnya untuk memperhatikan dan mempraktikan informasi di atas. (gie)

BACA JUGA: Presiden Ri: Singkong Suguhan Wajib Pejabat Negara

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes