perbedaan antara pemanasan dan peregangan

Ini Lho Perbedaan antara Pemanasan & Peregangan

Pemanasan dan peregangan, keduanya merupakan faktor penting dalam latihan yang sebaiknya tidak boleh ditinggalkan.

perbedaan antara pemanasan dan peregangan

Keduanya berguna untuk mempersiapkan dan meningkatkan performa tubuh saat latihan. Risiko cedera pun bisa dicegah jika Anda rajin melakukan pemanasan dan peregangan.

Lantas apa yang membedakan antara pemanasan dan peregangan?
Berikut penjelasan dari kedua aktivitas tersebut menurut Dr. Nicholas DiNubile,M.D seorang ahli bedah orthopedic spesialis ilmu kedokteran olahraga di University of Pennsylvania.

Pemanasan

Wam-up atau pemanasan dilakukan sebagai persiapan sebelum latihan dan beraktivitas. Pemanasan menjadi semakin diperlukan ketika usia bertambah, apalagi jika orang yang bersangkutan memeiliki penyakit orthopedic atau cedera.

Pemanasan biasanya diselesaikan dengan kondisi tubuh sedikit berkeringat setelah suhu tubuh mulai meningkat. Saat suhu tubuh meningkat jaringan-jaringan tubuh akan semakin elastis sehingga bisa terhindar dari cedera dan kram otot.

Otot-otot dan tendon (urat-urat daging) mempunyai sifat viscoelasity, artinya otot dan tendon akan bereaksi berbeda pada kondisi temperatur tubuh yang berbeda pula. Sifat fisik otot dan tendon sangat berbeda. Ketika kondisinya dingin maka keduanya menjadi mudah kaku dan tegang. Sebaliknya jika kondisinya menghangat maka otot dan tendon akan lebih elastis seperti tali bungee jumping.

Berdasarkan sifat itulah pemanasan sebelum latihan diperlukan. Pemanasan biasanya dapat dilakukan dengan latihan kardio ringan seperti lari di tempat atau jumping jacks selama 1-5 menit. Ketika Anda merasakan tubuh sudah mulai menghangat ini artinya Anda sudah siap memulai latihan utama.

Peregangan

Sementara itu peregangan atau stretching sangatlah berbeda. Jika di atas disebutkan bahwa kondisi otot yang dingin akan mudah cedera, maka kondisi otot atau kelompok otot yang tegang dan kaku juga rawan cedera.

Disinilah peran stretching atau peregangan diperlukan. Peregangan memerlukan manuver atau gerakan yang bisa memperpanjang dan mengulur dengan lembut bagian otot dan tendon tubuh. Waktu yang tepat melakukan peregangan adalah setelah pemanasan yang cukup.

Peregangan dapat dilakukan dengan aman setiap hari dan harus melibatkan semua kelompok otot mayor (utama). Umumnya, orang-orang dewasa mempunyai empat titik otot tegang yang dapat diperkirakan sebelumnya. Empat titik tersebut yaitu; bahu bagian depan, punggung bagian bawah, otot lutut dan betis.

Jika Anda terlanjur mengalami kram otot atau otot tertarik, maka kemungkinannya telah terjadi ketegangan otot di empat titik tadi.

Perlu Anda ketahui bahwa kombinasi antara pemanasan dan peregangan banyak dibutuhkan sebelum latihan. Apalagi untuk latihan yang melibatkan pergerakan mendadak seperti mengangkat, melempar, atau melontar.

Sebagai contoh, ketika Anda akan latihan beban maka Anda harus melakukan pemanasan dan melakukan peregangan pada bagian-bagian otot yang akan terlibat selama latihan beban. Seperti peregangan pada otot punggung, lengan, ataupun leher.

Contoh lain ketika Anda akan melakukan latihan lari, sebaiknya lakukan pemanasan hingga tubuh Anda terasa hangat dan lanjutkan dengan peregangan pada bagian otot betis, lutut dan engkel. Setelah pemanasan dan peregangan yang cukup Anda sudah siap untuk berlari.

Peregangan juga bisa dilakukan di sela latihan dan sesudah latihan, atau juga bisa dilakukan di tengah kesibukan Anda di luar akitivitas olahraga, untuk mencegah ketegangan otot akibat duduk terlalu lama atau berdiri terlalu lama.

Kini Anda tak perlu bingung lagi dengan istilah pemanasan dan peregangan karena keduanya merupakan dua hal berbeda dengan manfaat yang sama baiknya.

Semoga bermanfaat. (dan)

BACA JUGA : Stres Metabolik Bikin Otot Terlihat Makin Nge-Pump

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes