jenis peregangan

Jangan Asal Peregangan, Pahami Dulu Teknisnya

Sebelum menyelami aturan fleksibilitas lebih dalam, sangat penting untuk memahami pondasi ilmu peregangan. Pertama-tama, beberapa definisi tentang peregangan. Terdapat 2 tipe peregangan, yaitu peregangan statis dan dinamis.
jenis peregangan

Peregangan Statis

Anda mungkin akrab dengan peregangan pertama. Sebagai contoh, peregangan statis untuk hamstring. Aktivitas yang terbayang di benak Anda adalah mencondongkan tubuh ke depan hingga otot yang Anda targetkan meregang selama beberapa detik.

Meski sering disebut sebagai langkah untuk mencegah cedera, peregangan statis yang dilakukan sebelum latihan sangat mungkin berpotensi mengakibatkan tubuh cedera. mengapa? Karena memaksa otot yang menjadi target untuk meregang dapat mengakibatkan ketidaseimbangan kekuatan antar otot yang berlawanan.

Sebagai contoh, meregangkan otot hamstring bisa melemahkan otot quadricep. Situasi ini akan rentan membuat Anda mengalami nyeri otot, otot tertarik hingga sobek.

Selain itu, peregangan statis juga mengurangi aliran darah ke otot dan mengurangi aktivitas sistem saraf pusat-yang berarti membatasi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan otot. Dampaknya, kapasitas Anda membangkitkan tenaga akan terpangkas. Kesimpulannya, pikirkan dulu sebelum Anda melakukan peregangan statis sebelum latihan.

Meski begitu, pola peregangan ini juga memberikan keuntungan. Mengapa? Karena peningkatan fleksibilitas pasif melalui peregangan statis memberik manfaat pada aktivitas non-atletik yang Anda lakukan sehari-hari, seperti membungkuk, berlutut, jongkok dan lainnya. Hanya satu yang perlu Anda pahami, lakukan peregangan pada waktu yang tepat.

peregangan-statis

Aturan Peregangan Statis

Peregangan statis bisa dilakukan kapan pun, sebaiknya tidak dilakukan sebelum latihan. Lakukan peregangan statis 2 kali sehari, setiap hari. Jika Anda melakukannya kurang dari itu, maka fleksibilitas tubuh Anda akan berkurang.

2 kali sehari mungkin terlihat berlebihan. Padahal sebenarnya tidak sama sekali. Tiap sesi peregangan hanya mebutuhkan waktu 4 menit. Peregangan ini bisa Anda lakukan sebelum bekerja di kantor, saat menonton televisi atau ketika Anda sedang beraktivitas lain, selain latihan.

Lakukan satu peregangan untuk masing-masing otot yang tegang. Mengapa? Karena peningkatan fleksibilitas dibuat pada peregangan pertama.

Peregangan Dinamis

Peregangan dinamis merupakan lawan dari peregangan statis. Peregangan ini memungkinkan Anda menggerakkan otot ke dalam dan keluar secara cepat dari posisi peregangan. Contoh gerakan body weight lunges merupakan peregangan dinamis untuk otot paha dan quadricep Anda.

Peningkatan flesibilitas sangat bergantung pada posisi tubuh dan kecepatan gerakan yang Anda lakukan. Jadi, jika hanya melakukan peregangan statis, secara khusus Anda hanya membangun fleksibilitas pada postur gerakan yang Anda pilih saat bergerak secara lambat.

Jadi jangan heran jika peregangan dinamis merupakan komponen vital dalam berbagai program. Mengapa? Karena peregangan ini meningkatkan fleksibilitas ‘aktif’ Anda – hal yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas atletik.

Selain itu, peregangan dinamis juga membangkitkan sistem saraf pusat, meningkatkan aliran darah, mendongkrak kekuatan, dan mengoptimalkan produksi tenaga. Jadi, peregangan ini sangat ideal sebagai bentuk pemanasan untuk segal jenis aktivitas.
peregangan-dinamis

Aturan Peregangan Dinamis

Peregangan ini baik untuk pemanasan sebelum melakukan berbagai jenis latihan untuk meningkatkan performa dan mengurangi risiko cedera.

Lakukan 3-5 latihan body weight atau calisthenic (senam) dalam tempo lambat dengan irama gerakan yang nyaman. Tingkatkan jangkauan dan kecepatan pada masing-masing repetisi hingga Anda melakukan gerakan yang cepat dari awal hingga akhir. (dan)

BACA JUGA : LATIHAN DI RUMAH ITU ASIK, TAPI ADA TANTANGANNYA LHO

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes