tipe serat otot manusia

Latihan Cerdas Berdasarkan Tipe Serat Otot

Cukup mudah mengasumsikan bahwa latihan beban akan membantu meningkatkan massa otot. Padahal sebenarnya latihan beban hanyalah salah satu bagian dari proses yang kompleks untuk membangun otot.

tipe serat otot manusia

Ketika Anda mengangkat beban, dorongan mekanis pada otot Anda menyebabkan robekan-robekan kecil pada serat-serat otot yang bekerja.

Kondisi ini juga akan merangsang protein yang berperan penting dalam kontraksi otot. Protein berukuran kecil dan berjumlah ribuan ini disebut dengan actin dan myosin yang menyatu di dalam myofibril. Nah, ribuan myofibril inilah yang sering disebut sebagai serat otot.

Wilayah yang rusak kemudian dikuasai oleh komponen kimia yang disebut reactive oxygen species. Komponen ini beraksi seperti bom mini di dalam serat otot, yang menyebabkan kerusakan lanjutan di jaringan otot.

Semua kerusakan ini memicu reaksi kekebalan tubuh dan antiperadangan. Sel darah putih dan agen antiperadangan akan dikirim ke wilayah yang rusak.

Sel-sel dan komponen-komponen kimia tubuh akan membuang bagian yang rusak dan menggantikannya dengan jaringan baru. Dan tubuh akan meningkatkan produksi actin dan myosin untuk menggantikan protein yang rusak.

serat-otot

Rutinitas latihan beban dapat membuat tubuh Anda beradaptasi dengan membangun lebih banyak lagi proses pergantian tersebut, sehingga pada akhirnya ukuran otot Anda akan bertambah.

Tipe Serat Otot Manusia

Berdasarkan jenis seratnya, otot manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu; serat slow-twitch dan serat fast-twitch. Kedua kategori ini nampaknya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan otot, tergantung bagaimana otot merespon program latihan dan kegiatan fisik yang Anda lakukan.

Slow Twitch
Adalah serat yang digunakan untuk aktifitas yang membutuhkan daya tahan (stamina) otot, atau aktifitas yang tidak memerlukan tenaga maksimum (beban ringan dan repetisi tinggi). Serat tipe ini memang tidak dapat mengalami pertumbuhan signifikan, hanya sekitar 10% dari ukuran semula, tetapi aktifitas gerakannya membuat sirkulasi darah ke otot semakin lancar( memberikan sensasi nge-pump) ketika melakukan latihan dalam repetisi tinggi.

Lancarnya sirkulasi darah ini juga berdampak pada pendistribusian nutrisi yang semakin baik menuju sel-sel otot yang dilatih, sehingga dapat menunjang pembentukan sel-sel otot baru.

Umumnya, untuk memaksimalkan proses ini para atlet akan melakukan 1-2 set menggunakan beban maksimal yang bisa diangkat dalam 20-25 repetisi. 1-2 set ini dapat dilakukan diawal latihan sebagai set pemanasan sebelum Anda melakukan latihan dengan beban yang lebih berat lagi, atau dapat juga dilakukan diakhir gerakan yang juga dapat berfungsi untuk memperlancar proses pembuangan zat sisa pembakaran (asam laktat) agar pegal-pegal sehabis latihan hilang lebih cepat.

Fast Twitch
Sedangkan serat otot fast twitch dibagi lagi menjadi 2 bagian yakni tipe 2a dan 2b. Serat tipe 2a umumnya akan bereaksi ketika latihan dengan beban sedang yang memerlukan kekuatan antara 30-40 persen dari kekuatan maksimum.

Serat otot ini menjadi target utama dalam program pembentukan otot karena serat otot tipe 2a dapat berkembang 2 kali lipat dari ukuran awalnya. Lakukan latihan beban dalam 2-3 set menggunakan beban maksimal yang bisa Anda angkat dalam 8-12 repetisi agar serat otot tipe 2a ini berkembang secara maksimal.

Sedangkan serat tipe 2b adalah serat otot yang akan terlatih bila diberi rangsangan dengan beban berat (biasanya lebih dari 40% kekuatan maksimum). Meski memiliki kemampuan untuk berkembang dari ukuran semula, tapi jumlahnya tidak sebesar serat otot tipe 2a. Serat tipe 2b hanya mampu berkembang kurang dari 50 persen dari ukuran semula.

Latihan dengan beban berat biasanya lebih ditujukan untuk meningkatkan power dan stamina. Untuk pertumbuhan maskimal dari serat tipe 2b ini, Anda bisa coba 1-2 set dengan beban maksimal yang mampu Anda angkat dalam rentang 4-6 repetisi. 1-2 set ini sebaiknya dilakukan setelah latihan dengan beban sedang.

Setiap tubuh manusia memiliki struktur genetika yang unik, sehingga dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan tubuh setiap orang haruslah melalui proses serta teknik latihan yang sesuai dengan genetis masing-masing.

Itulah sebabnya ketika Anda berusaha mati-matian di gym tapi tidak mendapatkan pertumbuhan otot yang diharapkan, bisa jadi salah satu faktornya adalah teknik latihan yang tidak sesuai dengan otot Anda.

Agar tujuan latihan Anda bisa tercapai sesuai target yang diinginkan, menggunakan jasa personal trainer bisa menjadi pilihan yang bijak, terutama jika Anda seorang pemula.

Selamat mencoba. (dan)

BACA JUGA : Membangun Pukulan Kuat & Reaksi Cepat saat Bermain Tenis

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes