repetisi yang baik

Repetisi Tinggi Atau Rendah, Mana yang Lebih Baik?

Beberapa orang selalu menanyakan, “Berapa rentang repetisi yang tepat untuk melakukan latihan angkat beban?” Ya, pertanyaan tersebut mungkin banyak terpikirkan di antara Anda yang sering keluar-masuk gym.

Tentunya, sebelum menjawab hal tersebut, perlu ditekankan terlebih dahulu, untuk apa tujuan latihan Anda? Membangun otot, ketahanan/stamina, atau menurunkan berat badan? Hal tersebut harus Anda ketahui terlebih dahulu. Karena, rentang repetisi yang baik juga akan dipengaruhi oleh tujuan Anda. Untuk itu, berikut adalah informasinya untuk Anda dalam hal memperhitungkan rentang repetisi Anda ketika latihan!

Headlinee

Rentang Repetisi Disesuaikan dengan Tujuan Anda!

Rangkaian Kekuatan adalah kerangka di mana Anda memperhitungkan kekuatan dan daya tahan Anda pada saat latihan yang disesuaikan dengan kondisi berat badan, jumlah repetisi, dan hasil latihan Anda. Kekuatan dapat diperoleh jika Anda melakukan maksimum pengulangan 1 set repetisi dengan menggunakan beban maksimum. Sebaliknya, daya tahan dapat Anda peroleh dengan mengerahkan kekuatan repetisi yang berulang-ulang dari waktu ke waktu.

Pengulangan rendah dengan beban berat yang diangkat dapat meningkatkan kekuatan Anda. Sedangkan, pengulangan yang tinggi dengan berat beban rendah dapat meningkatkan ketahanan tubuh. Dengan demikian, meningkatkan jumlah repetisi secara bertahap pada mulanya akan membuat kekuatan Anda bertambah, namun seiring dengan melakukannya secara berulang, maka hal tersebut bukan lagi untuk memperoleh kekuatan, melainkan akan memperbaiki ketahanan tubuh Anda.

Di bawah ini adalah panduan umum yang sering dijadikan panduan untuk rangkaian kekuatan Anda:

Capture

Panduan ini sering kali dijadikan pedoman untuk membentuk jenis serat otot yang berbeda-beda. Misalnya, ketika Anda memilih menggunakan tinggi repetisi, maka hal tersebut akan mengaktifkan satu jenis serat otot dan membentuk stamina atau ketahanan yang lebih baik. Tingkat kelelahan ketika melakukannya juga akan lebih lambat. Sebaliknya, ketika Anda lebih memilih rendah repetisi, hal tersebut akan mengaktifkan serat otot tipe dua, yang akan berdampak pada kekuatan yang lebih besar, namun tingkat kelelahan akan lebih cepat.

Untuk Peroleh Kekuatan

Untuk meningkatkan kekuatan secara optimal, maka Anda bisa melakukan latihan dengan repetisi rendah dan memilih berat beban yang tinggi. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan kekuatan terbaik.

Dalam studi yang dijelaskan dalam artikel Builtlean.com, 23 orang yang hobi bersepeda ditempatkan ke dalam pengulangan dengan resistensi yang rendah, dan beberapa di antaranya menggunakan resistensi tinggi dengan program bersepeda untuk 10 minggu. Masing-masingnya, baik mereka yang melakukan resistensi tinggi ataupun rendah sama-sama memiliki keuntungan mendapatkan kekuatan yang cukup besar. Namun, seseorang yang bersepeda dengan resistensi rendah lebih signifikan mendapatkan kekuatan besar pada kekuatan di kaki mereka. Menariknya, hipertrofi otot dan ketahanan tubuh keduanya relatif sama. Tentunya melalui penelitian ini setidaknya telah menguatkan, mengambil repetisi rendah ketika latihan, dengan berat beban yang relatif besar, dapat meningkatkan kekuatan otot Anda.

Untuk Target Pembakaran Lemak

Beberapa percaya bahwa melakukan latihan dengan beban berat dapat membangun otot Anda. Namun, bagaimana ketika Anda sedang mempunyai target pembakaran lemak? Ya, dengan melakukan angkat berat dapat membantu Anda membakar lebih banyak lemak, hingga membuat tubuh Anda kekar dan banyak menunjukkan guratan otot.

Satu penelitian dari University of Albama di Brimingham menunjukkan, pelaku diet yang melakukan angkat beban berat lebih dapat memaksimalkan penurunan berat badannya dan membentuk ototnya secara bersamaan, daripada mereka yang hanya menargetkan menghilangkan lemak tubuh dengan kardio. Hal ini dikarenakan, ketika seseorang melakukan angkat beban, maka mereka hanya akan kehilangan lemak, sementara jika melakukan kardio yang berlebihan, maka Anda akan kehilangan lemak sekaligus beberapa otot Anda.

Sementara itu, repetisi yang tinggi dengan beban yang ringan akan memperlambat tingkat kelelahan dan lebih dapat merespons otot. Sehingga, dapat membakar lemak tanpa mengorbankan otot-otot Anda.

Untuk Membangun Otot

Pada poin ini, sangat mirip dengan poin pembakaran lemak, yakni dengan melakukan repetisi yang hampir sama ketika Anda mempunyai target membakar lemak. Menurut artikel yang dijelaskan dalam Builtlean.com, banyak penelitian yang juga merekomendasikan 15 repetisi untuk membangun otot. Tetapi, penelitian lain juga menunjukkan bahwa membangun otot juga bisa dilakukan dengan beban rendah dengan tinggi repetisi.

Sebagai contoh, sebuah studi yang dikutip dari builtlean.com menjelaskan, seorang pria yang melakukan angkat beban rendah dengan repetisi yang tinggi akan sama efektifnya dengan mereka yang merangsang protein otot dengan beban tinggi dengan repetisi rendah.

Terdapat kesalahpahaman terkait dengan mengangkat beban berat secara otomatis dapat membantu membangun otot. Yang benar adalah, seberapa baik Anda menutrisi tubuh dan mengombinasikannya dengan volume dan intensitas latihan? Bagaimana pula cara Anda membuat latihan Anda lebih menantang dan membuat perbedaan dari waktu ke waktu? Jika Anda mengasupi tubuh dengan kalori yang lebih sedikit, maka Anda dapat membantu tubuh lebih cepat membangun otot. Untuk latihan, ingatlah prinsip bahwa dengan memberikan tekanan stress pada otot, maka bersamaan dengan itu otot Anda juga akan terbentuk. Untuk itulah, Anda perlu mengubah berat beban dari waktu ke waktu (secara bertahap).

Jadi, sekarang tentunya Anda sudah tahu bahwa hampir semua rentang repetisi dapat membantu Anda meningkatkan kekuatan, membentuk otot, ataupun kehilangan lemak. Dalam hal ini, rentang repetisi yang tepatlah yang dapat membantu Anda mencapai tujuan. Semoga bermanfaat. (gie)

BACA JUGA: Minuman Probiotik Bantu Cegah Diabetes

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes