Sakit Menyerang, Saatnya Latihan

Punya keluhan kesehatan jangan dijadikan alasan untuk mangkir berolahraga. Asal tahun triknya, Anda bahkan bisa menghilangkan masalah tersebut.

latihan-saat-sakit-menyerang

Tak diragukan lagi untuk mejaga kesehatan tubuh setiap orang perlu berolahraga. Ini juga berlaku untuk Anda yang punya masalah kesehatan. Yang penting pilih jenis latihan dan teknik latihan yang tepat. Itulah sebabnya berkonsultasi dengan dokter atau ahli fisioterapis sangat dianjurkan sebelum Anda memulai latihan.

Gangguan lutut

Ada beberapa penyebab nyeri lutut. Misalnya cedera berulang pada otot sekitar lutut, kelebihan berat badan atau keseleo. Kalau masalah yang Anda hadapi cukup berat, ada baiknya anda berkonsultasi ke dokter.

Tetapi kalau keluhan yang anda hadapi ringan, Anda cukup meredakannya dengan kompres, istirahat atau menggunakan bantuan obat-obatan dari resep dokter. Selain itu anda juga bisa mencoba beberapa latihan ringan seperti;
Latihan penguatan otot untuk melenturkan kaki dan menyeimbangkan pinggul dan lutut. Misalnya leg extension, lunges dan squat.

Anda juga bisa mencoba latihan rangkaian untuk meningkatkan kemampuan gerak sendi dan otot. Untuk latihan ini anda bisa mengikuti yoga atau taichi untuk kelas pemula.

Latihan aerobik low impact untuk membantu menstabilkan dan menyokong sendi. Seperti latihan menggunakan sepeda stasioner tanpa beban, jalan kaki, berenang dan olahraga air lainnya. Hindari latihan high impact seperti sprint, tenis, atau squash.

Hindari penggunaan obat pereda nyeri saat latihan. Dikhawatirkan hal ini membuat anda merasa tidak sakit sehingga memberi beban berlebihan pada lutut.

Nyeri Punggung Bawah

Mereka yang menderita nyeri punggung bawah sering mengalami serangan mendadak nyeri punggung, nyeri akibat retak tulang belakang, atau saraf terjepit tidak dianjurkan untuk melakukan latihan terlebih dulu. Namun pada kondisi nyeri yang tidak terlalu berat, latihan yang tepat justru dapat meringankan nyeri. Caranya;

Lakukan latihan dengan banyak repetisi yang melatih otot bagian depan dan belakang batang tubuh. Latihan ini akan meningkatkan kelenturan, ketahanan tubuh dan menguatkan kelompok otot yang dibutuhkan untuk menopang tulang belakang. Anda bisa mencoba crunch atau back up.

Lakukan latihan aerobik low impact seperti jalan kaki, berenang atau bersepeda. Ini dapat membantu menguatkan otot perut dan otot punggung tanpa memberi beban yang berat.

Anda juga bisa mencoba lumbar extension strenght training, yoga, dan taichi untuk meningkatkan kordinasi tubuh serta kesimbangan fisik dan mental untuk mengurangi nyeri pada tulang belakang.

Asma

Beberapa penderita asma yang mampu mengendalikan penyakitnya, diketahui bisa melakukan latihan seperti mereka yang tidak menderita asma. Latihan teratur terbukti dapat mengurangi angka kekambuhan asma. Yang perlu Anda perhatikan;

Kalau asma yang Anda derita malah kambuh saat latihan sebaiknya Anda wajib berhati-hati dalam memilih intensitas latihan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memilih jenis latihan yang tepat.

Mulailah latihan dengan perlahan dan tidak memaksakan diri. Seperti jalan kaki, jogging atau bersepeda santai. Kemudian tingkatkan intensitas latihan secara bertahap.

Lakukan pemanasan dan pendinginan. Ini penting untuk mencegah gejala asma yang bisa setiap saat kambuh. Bila Anda sulit bernapas selama latihan, turunkan intensitas latihan anda.

Pilih latihan yang hanya membutuhkan gerakan aktif dalam jangka waktu pendek seperti volley atau baseball. Hindari latihan yang membuat anda terus terusan bergerak seperti futsal atau basket.

Latihan dalam ruangan (indoor) bisa menjadi pilihan yang tepat jika debu di luar ruangan membuat asma Anda sering kambuh. Latihan yoga dan pilates yang berirama dan membuat dada mengembang yang memiliki unsur meditasi bisa dijadikan alternatif lain untuk melatih kontraksi otot-otot pernapasan.

Latihan ini bisa mengurangi kecemasan sebagai salah satu faktor pemicu asma, dan juga menjaga daya tahan tubuh saat terjadi serangan asma.

Tekanan Darah Rendah

Salah satu gejala yang kerap dialami penderita tekanan darah rendah adalah pusing saat postur tubuh tiba-tiba berubah. Misalnya dari duduk kemudian berdiri atau menegakkan kepal setelah menunduk.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat berlatih;

Lakukan pemanasan lebih lama. Hindari melakukan gerakan yang menempatkan posisi kepala di bawah jantung. Misalnya latihan bench press, bent over rows, reverse flies, crunch, atau pose-pose tertentu dalam yoga. Saat kepala terangkat dari posisi tersebut bisa jadi sirkulasi darah tak cukup kuat untuk mengirim darah ke otak, sehingga untuk sesaat Anda merasa pusing.

Pusing juga bisa menyerang bila tiba-tiba anda berhenti melakukan latihan yang banyak bertumpu pada kekuatan kaki seperti squat, lunges, elliptical machine atau treadmill. Ini terjadi karena darah terpusat di otot kaki perlu diregangkan kembali untuk memompa darah kembali ke kepala. Untuk mencegahnya, turunkan intensitasnya dengan perlahan.

Untuk meningkatkan sirkulasi darah, sebelum berdiri dari posisi duduk lakukan gerakan memompa kaki dan pergelangan kaki beberapa kali sebelum berdiri dengna perlahan. Bila pusing masih tejadi juga, duduk diam atau berbaring tanpa bantal untuk beberapa saat. Atau dalam posisi berdiri, silangkan kedua kaki dan tekan perlahan.

Sekali lagi penulis tegaskan bahwa sebelum memulai latihan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk memilih jenis latihan yang tepat bagi kondisi kesehatan Anda, karena kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda.

Semoga bermanfaat. (dan)

Redakan nyeri otot setelah latihan dengan Glutapure di Duniafitnes Store –> Glutapure

BACA JUGA : Beta Alanin, Trik Biar tak Gampang Capek saat Latihan

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes