push-up

Tak Ingin Cedera, Hindari Kesalahan Ini Ketika Push-Up!

Pus-up. Ya, mendengar nama latihan tersebut sudah tentu Anda pernah melakukan atau paling tidak tahu teknik melakukannya. Push-up sendiri adalah salah satu dari banyak gerakan latihan dengan metode bodyweight. Hal ini dikarenakan, push-up termasuk ke dalam latihan yang memanfaatkan berat tubuh sebagai beban untuk latihan.

Headline Pushup

Meskipun latihan ini sangat umum dan bisa dilakukan oleh siapa saja, namun belum tentu semua orang dapat melakukannya dengan benar. Sekali saja Anda melakukan kesalahan, hal ini dapat meningkatkan besarnya risiko cedera yang akan Anda alami. Untuk itu, pahami apa saja kesalahan yang sering dilakukan ketika melakukan push-up!

Kesalahan 1: Hanya Berkonsentrasi Pada ‘Push’ Saja

Memang, latihan ini disebut dengan push-up yang berarti mendorong tubuh ke bagian atas. Namun, bukan berarti Anda mengabaikan gerakan ketika menurunkan tubuh ke posisi rendah. Jangan biarkan gravitasi melakukan pekerjaan Anda dalam menurunkan posisi tubuh ketika push-up. Ketika mendorong tubuh ke atas, maka nikimatilah sensasi gerakan ketika Anda menurunkan tubuh ke posisi semula. Rasakan bahwa otot lengan dan dada sedang bekerja. Dengan begitu, maka Anda akan mendapatkan massa otot yang lebih dan ketahanan tubuh pun juga semakin bertambah.

Kesalahan 2: Terlalu Lebar Jarak Antar Kedua Tangan

Jika Anda ketika push-up memosisikan tangan dengan membukanya lebih lebar melampaui lebar bahu, maka Anda termasuk salah satu orang yang gemar mencari kemudahan. Hal inilah yang membuat push-up Anda lebih mudah. Ingatlah bahwa massa akan lebih terbentuk ketika Anda memberikan stres pada otot. Untuk itu, sedikit berikan tekanan yang lebih berat dengan memberikan rentang jarak pada tangan lebih sempit, minimal selebar bahu Anda. Lebih sempit rentang jarak antar ke dua lengan, maka hal tersebut dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada bagian dada. Dengan begitu, dada Anda tentunya lebih cepat berbentuk bidang.

Kesalahan 3: Kekuatan Lengan Tak Terlalu Kokoh

Ketika Anda melakukan push-up, maka yang menjadi tumpuan utama adalah lengan Anda. Artinya, lenganlah yang menopang berat tubuh Anda dan memindahkannya ke atas dan menahannya secara perlahan ke bawah. Untuk itu, pastikan kekuatan dan ketahanan lengan Anda maksimal. Jangan sampai, lengan Anda gemetar ketika melakukan push-up, hal ini akan membuat push-up Anda tak maksimal. Bukan hanya itu, ketidakseimbangan yang ditimbulkan ketika tangan Anda tak kokoh menahan berat tubuh, hal tersebut akan meningkatkan risiko cedera.

Latihan 4: Posisi Leher yang Salah

Bagian tubuh lainnya yang dapat memicu risiko cedera adalah leher. Ya, ketika melakukan push-up, sering kali leher Anda menjorok ke arah lantai. Seharusnya, posisi kepala (begitu juga dengan leher) ketika push-up menghadap lurus ke depan. Hal ini untuk menghindari besarnya risiko cedera yang ditimbulkan. Untuk itu, lakukan posisi push-up dengan benar. Posisi kepala harus sejajar dan lurus dengan posisi tulang belakang.

Semoga bermanfaat. (gie)

BACA JUGA: Ladies, Mengapa Lemak di Pinggul dan Paha Susah Hilang?

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes