tingkatkan pertumbuhan otot

Tingkatkan Pertumbuhan Otot dengan Deload

Apakah deload bisa dijadikan cara tingkatkan pertumbuhan otot? Sebenarnya apa saja manfaat dari program deload ini?

Baca artikel ini sampai habis dan Anda akan temukan bagaimana pentingnya sesi deload untuk tingkatkan pertumbuhan otot Anda.

Beberapa dari Anda mungkin akan demikian ketika mengatur performa latihan.

Yaitu overloading atau meningkatkan latihan dengan memperbanyak tantangan baru dari waktu ke waktu.

Tantangan baru ini bisa meliputi volume latihan yang lebih berat atau memperpendek waktu sesingkat mungkin.

Memang, teknik ini adalah salah satu teknik yang cukup efektif ketika Anda memasuki program pembentukan otot.

Tapi bagaimana jika dilakukan secara terus menerus? Bukankah justru bisa menyiksa tubuh?

Betul sekali, karena itu Anda disarankan untuk melakukan deloading.

Deload ini merupakan periode waktu (biasanya sekitar seminggu), yang mana Anda akan bebas dari latihan setelah fase overloading yang cukup lama.

Kenapa Harus Deload? Padahal Saya Sedang dalam Peforma Terbaik?

tingkatkan pertumbuhan otot

Terkadang pertanyaan tersebut memang muncul di beberapa forum duniafitnes.

Beberapa dari Anda mungkin akan berpikir bahwa meluangkan waktu deload akan mengubah apa yang sudah didapat saat overloading menjadi sia-sia.

Padahal sebenarnya, justru karena Anda telah bekerja keras di gym ketika overloading sehingga Anda perlu melakukan deload.

Deload sendiri bukan berarti berhenti sepenuhnya selama satu minggu itu.

Kebanyakan, deload ini dilakukan dengan beberapa cara. Seperti menurunkan berat beban hingga setengahnya.

Bukankah dengan cara tersebut latihan menjadi lebih mudah? Memang benar dan Itulah INTINYA.

Tubuh manusia hanya bisa mengambil banyak tekanan.

Tanpa istirahat, itu bisa berarti bahwa bisa membakar tubuh Anda sendiri, kelelahan tubuh yang bisa pada level tinggi, hingga mudah cedera.

Karena itu, artikel ini mengajak Anda bahwa gunakan deload sebagai pengontrol kerusakan dalam tubuh Anda. Dan tentu saja, bisa membantu tingkatkan pertumbuhan otot.

Dengan menambahkannya di setiap program pelatihan, maka Anda bisa berlatih lebih lama dan tanpa harus beristirahat terlalu lama (misalnya akibat cedera karena tubuh terlalu lelah).

Masa deload memberi kesempatan pada sendi dan juga tendon Anda untuk pulih dan memperbaiki diri.

Ini akan memperkuat tubuh dan pikiran Anda dari waktu ke waktu.

Apabila terus-menerus memberi 100% tekanan pada tubuh, secara psikologis akan mempengaruhi tubuh Anda. Yang ditakutkan selanjutnya adalah, ini membuat tubuh Anda kelelahan dan pertumbuhan otot menjadi lambat.

Mungkin Anda akan berpikir bahwa cara tersebut (overloading) akan menjadikan Anda lebih kuat, namun kenyataannya risiko cedera justru yang lebih meningkat.

Tingkatkan Pertumbuhan Otot dengan Maksimalkan Deload

tingkatkan pertumbuhan otot

Seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa deload ini akan membantu mengisi ulang energi tubuh Anda.

Namun, apa saja yang sebaiknya dilakukan pada saat deload?

Bisa dengan Latihan Kardio, Kardio yang Ringan

Karena program deload adalah bukan istirahat sepenuhnya, maka Anda disarankan untuk tetap berlatih. Salah satunya adalah latihan kardio.

Menambahkan beberapa latihan kardio ringan sangat tepat digunakan sebagai masa deload.

Hindari latihan kardio yang terlalu berat seperti HIIT (high intensity interval training).

Latihan kardio yang ringan dapat membantu proses pemulihan dengan memperbaiki sirkulasi darah untuk membawa lebih banyak nutrisi dan oksigen ke seluruh jaringan otot yang rusak.

Metode latihan seperti ini juga sangat tepat dilakukan bagi Anda yang sedang dalam proses pemulihan dari cedera.

Untuk penerapannya, Anda dapat melakukan latihan kardio ini sebanyak 3-4 kali dalam seminggu selama masa deload.

Sempurnakan Performa Latihan dengan Beban yang Ringan

tingkatkan pertumbuhan otot

Salah satu cara lain ketika masa deload ini adalah dengan mengangkat beban yang beratnya lebih ringan daripada biasanya.

Pada umumnya, Anda akan disarankan mengangkat beban 50% lebih ringan ketimbang pada masa overloading.

Misalnya ketika masa overloading Anda mampu mengangkat beban hingga 50 kilogram, maka ketika deload Anda disarankan mengangkat beban 25 kilogram saja.

Sangat ringan bukan.

Karena lebih ringan inilah Anda-pun dituntut untuk melakukan latihan dengan performa yang sempurna.

Perbaiki kebiasaan buruk yang sebelumnya sering Anda perhatikan sehingga Anda dapat melihat hasil yang lebih baik, serta menghindari cedera ketika masa deload.

Selain itu, pergunakan masa deload ini dengan mengembangkan otot-otot yang lebih kuat.

Apabila Anda melakukan tricep pull down, maka fokuslah pada trisep dan pastikan performa untuk tricep tetap terjaga, bukan pada perut Anda.

Atau ketika Anda fokus pada otot punggung, maka sebaiknya hindari latihan yang menargetkan otot lain.

Jajal Latihan Baru

Deload juga merupakan waktu yang tepat untuk mengintegrasikan beberapa latihan baru ke dalam program Anda.

Setelah menyelesaikan deload, Anda akan kembali ke program reguler dan tidak ada cara yang lebih baik untuk memastukan bahwa perkembangan masih berlanjut daripada terus-menerus mengganti latihan Anda.

Menambah latihan yang baru bisa menimbulkan rasa nyeri. Karena itulah kenapa masa deload ini sangat tepat untuk penerapannya.

Jadi apabila tubuh Anda mengalami delayed onset muscle soreness (DOMS) ketika menjajal latihan baru, maka Anda memiliki waktu yang cukup untuk pulih.

Tetap tenang dan berikan waktu tubuh Anda untuk mempelajari pola gerakan latihan yang baru.

Maksimalkan Waktu Istirahat

Ketika memasuki masa deload ini, mungkin jadwal latihan Anda akan sedikit lebih kecil dibandingkan ketika masa overload.

Praktis, jadwal deload akan memotong sedikit waktu latihan di gym.

Namun Anda bisa memanfaatkan waktu ini dengan istirahat lebih berkualitas. Misalnya, Anda bisa pergunakan waktu tersebut untuk tidur lebih awal agar tubuh segera pulih.

Dengan mendapatkan waktu istirahat yang lebih berkualitas, diharapkan performa Anda akan tetap dan bahkan menjadi lebih baik ketika kembali pada masa overloading.

Akan tetapi penting diingat untuk tidak memanfaatkan deload ini dengan tidur sebanyak mungkin atau menjadi tidak bersemangat untuk hal lain. Hindari pemahaman yang seperti ini.

Pergunakan masa deload ini untuk mendapat waktu istirahat yang benar-benar cukup dan berkualitas. Waktu tidur yang disarankan adalah minimal sekitar 8 jam setiap malamnya.

Hindari Mengurangi Asupan Kalori Karbohidrat

tingkatkan pertumbuhan otot

Beberapa dari Anda mungkin masih memiliki pandangan bahwa ketika masa deload ini, Anda juga berarti akan mengurangi asupan kalori dari karbohidrat.

Apakah benar seperti itu? TIDAK.

Tujuan dari deload ini adalah untuk membantu tubuh Anda segera pulih dari aktivitas latihan yang cukup berat saat overloading.

Dan karbohidrat sendiri juga berfungsi untuk mengisi ulang kembali energi tubuh Anda.

Ketika Anda kembali ke program latihan, pastikan tubuh Anda mengeluarkan semua karbohidrat yang dibutuhkan untuk memulihkan glikogen otot dan membangun kembali jaringan massa otot bebas lemak.

Mungkin masih masuk akan apabila memang Anda harus mengurangi asupan karbohidrat sedikit jika Anda melakukan latihan dengan volume yang tinggi sebelumnya.

Tapi demikian, jangan mengurangi asupan karbohidrat secara drastis jika Anda masih ingin menikmati hasil yang fantastis.

Secara sederhana, periode deload ini mungkin berbeda dengan rutinitas lutin latihan Anda.

Namun akan jauh lebih baik bila Anda memanfaatkan waktu sekitar seminggu ini untuk memberi tubuh Anda kesempatan guna mengumpulkan kekuatan sebelum kembali dihajar dengan keras dalam masa overload.

Pastinya, deload ini juga bisa dikatakan sebagai salah satu cara tingkatkan pertumbuhan otot meskipun perannya tidak secara langsung. Akan tetapi, deload akan membuat performa latihan Anda meningkat ke depannya.

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes