memutuskan untuk berhenti latihan

Tubuh Sudah Ideal, Saatnya Berhenti Latihan? Jangan!

Hai fitnes mania, Anda pasti mendengar, ketika orang-orang yang ingin memutuskan memilih meminum suplemen pembakar lemak untuk menurunkan berat badan, pasti mereka akan menanyakan hal konyol yang membuat orang mendengarnya merasa geli. Mungkin hal sama juga pernah Anda tanyakan.

Berhenti latihan

“Jika setelah minum suplemen tersebut badan dapat turun, namun bagaimana ketika saya menghentikan minum suplemen tersebut? Apakah berat badan saya akan kembali ke bobot semula?” Bukan hanya dalam dunia kebugaran, bahkan pertanyaan serupa juga sering ditanyakan baik ketika perawatan wajah ataupun hal-hal yang lainnya.

Sama halnya ketika Anda melakukan latihan. “Latihan membuat bobot tubuh saya menjadi ideal dan proporsional, namun bagaimana seandainya saya menghentikan latihan? Apakah tubuh saya akan kembali ke asalnya?”

Denny Santoso, dalam bukunya yang berjudul Rahasia Diet 2 menganalogikan hal yang benar-benar pas dengan pertanyaan-pertanyaan di atas. Menurutnya, jika misalnya bekerja membuat Anda kaya, mengapa harus berhenti bekerja? Sama halnya dengan olahraga, jika olahraga membuat tubuh Anda sehat, mengapa Anda harus berhenti? Nampaknya hal ini merupakan sentilan yang mengena untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Namun, analogi di atas belum lah menjawab pertanyaan yang banyak diajukan oleh fitness mania. Itulah sebabnya, Anda harus menyimak jawabannya. Jawaban ini dirangkum melalui buku yang ditulis langsung oleh Denny Santoso, yang berjudul Rahasia Diet 2.

Coba Evaluasi Pola Diet Anda

Ketika Anda berolahraga dan makan dengan benar, maka sudah pasti tubuh Anda akan cepat terbentuk. Pertumbuhan otot menjadi lebih bagus dan lemak terbakar lebih cepat. Namun sebaliknya, ketika Anda memutuskan untuk berhenti latihan, berarti pembakaran kalori di dalam tubuh Anda akan berkurang. Artinya, di tubuh Anda sedikit demi sedikit akan membentuk sebuah timbunan lemak. Terlebih, ketika Anda tidak pernah melakukan pengurangan kalori makanan. Jelas, hal itu tentu akan membuat tubuh Anda menjadi gemuk dan mengubah bentuk tubuh Anda kembali.

Hal ini merupakan logika yang sangat mungkin terjadi ketika Anda memutuskan berhenti melakukan latihan. Untuk itu, pola makan harus disesuaikan dengan pengeluaran kalori yang sudah berkurang tersebut. Namun tetap, rekomendasi utama adalah, jangan pernah Anda berhenti untuk berolahraga. Ketika Anda memutuskan untuk berhenti latihan dan mengubah gaya hidup sehat Anda, bukankah hal tersebut seharusnya menjadi harga mati bagi Anda?

Otot Akan Bekerja Berdasarkan Intensitas Latihan Anda

Anda mungkin mengetahui bahwa ketika berolahraga kita akan merusak otot. Namun kata merusak disini dimaknai dengan arti positif. Rusaknya otot ini dapat ditandai dengan rasa sakit atau pegal setelah berolahraga. Tujuan kita melakukan latihan memang seperti itu. Hal tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki bentuk otot. Ketika rusak, otot akan membentuk otot-otot baru yang lebih baik baik dari bentuk otot sebelumnya. Tentunya otot ini baru akan muncul jika Anda mengimbanginya dengan nutrisi yang tepat.

Jika Anda berpikiran untuk berolahraga, maka sudah pasti ukuran otot Anda akan mengalami penyusutan. Otot juga bisa ‘berpikir’, jika sebelumnya digunakan untuk berolahraga seperti itu saja akan rusak, maka otot baru akan dibuat lebih kuat dari sebelumnya. Sebaliknya, jika tidak berolahraga, otot akan diperbaiki secara terus menerus oleh tubuh meskipun perbaikan tersebut tidak sebesar seperti ketika Anda berolahraga.

Hal yang sama juga berlaku dengan hal di atas, ketika otot rusak, mereka akan ‘berpikir’ buat apa diperkuat? Toh tidak pernah digunakan untuk intensitas berat. Kalau diperkuat, nantinya akan boros kalori. Jadi, lebih baik diperbaiki secukupnya saj, tak perlu terlalu kuat seperti sebelumnya. Inilah yang membuat Anda kehilangan massa otot ketika Anda memutuskan untuk berhenti latihan. Hal ini berdasarkan dari sudut pandang otot di mana otot lah yang memberi ‘bentuk’ pada tubuh Anda.

Kembali ke Bentuk Tubuh ‘Bawaan’ Anda

Jika Anda memutuskan untuk berhenti melakukan latihan, maka faktor bawaan Anda lah sebagai penentu mau dibawa ke mana bentuk tubuh Anda nantinya. Misalnya, jika sebelum latihan Anda adalah orang yang kurus, maka setelah latihan pun, Anda akan kembali menjadi kurus. Pun begitu ketika Anda adalah orang yang gemuk. Hal ini merupakan sisi bawaan yang sudah menjadi asal muasal Anda. Meskipun faktor ini ikut menentukan, namun dua faktor sebelumnya lah yang jelas ikut mempengaruhi kembalinya bentuk tubuh Anda ke semula jika Anda memutuskan untuk berhenti latihan.

Tentunya melalui informasi-informasi di atas, tanpa harus dijawab secara langsung, Anda pasti mengerti jawaban dari pertanyaan Anda. Jadi, masih mau bersikeras untuk berhenti melakukan latihan? (gie)

BACA JUGA: Maksimalkan Pembakaran Kalori dengan Battling Ropes

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes