membentuk otot perut

Wanita, Testosteron, dan Latihan Beban

Ada dua hormon seks utama yang ada dalam tubuh manusia, yaitu estrogen dan androgen. Keduanya ada pada pria dan wanita dalam kadar yang berbeda.

wanita testosteron dan latihan beban

Umumnya seorang pria dewasa memproduksi 6-8 testosteron (sebuah androgen) per hari, sedangkan wanita hanya memproduksi 0,5 mg testosteron per hari.

Androgen diproduksi pada testis pria dan pada wanita hormon ini diproduksi di dalam rahim wanita dan kelenjar adrenal yang terdapat pada pria dan wanita. Hormon inilah yang menentukan pertumbuhan rambut, otot dan karakteristik seksual pria. Setelah melewati masa puber, hormon androgen, khususnya testosteron, berperan penting dalam mengatur gairah seks pada pria dan juga pembentukan otot tubuhnya.

Penelitian telah mengungkap bagaimana pengaruh rendahnya kadar testosteron dalam tubuh terutama bagi kesehatan pria. Penelitian lebih jauh bahkan menemukan rendahnya kadar testosteron juga dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang lain.

Diabetes, sindrom metabolik, obesitas, dan tekanan darah tinggi adalah beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat rendahnya kadar testosteron dalam tubuh. Inilah alasan mengapa pembahasan mengenai testosteron selalu menarik untuk dikaji lebih dalam.

Sebuah studi yang dilakukan tahun 2006 pada pria berjumlah 2100 orang dengan usia di atas 45 tahun, menunjukkan bahwa penurunan kadar testosteron dapat meningkatkan risiko obesitas2.4 kali lebih besar, meningkatkan risiko diabetes 2.1 kali lebih tinggi, dan risiko tekanan darah tinggi sebesar 1.8 kali.

Pada pria dan wanita, hormon testosteron sangat diperlukan agar fungsi seksual dapat berjalan normal. Meski testosteron merupakan hormon pria, tetapi juga diproduksi ovarium wanita dalam jumlah lebih sedikit. Wanita dengan tingkat testosteron tinggi memperlihatkan lebih banyak respons vaginal yang jelas terhadap rangsangan seksual.

Wanita dan Latihan Beban

Sementara di luar sana masih banyak wanita yang takut latihan beban karena khawatir badannya membesar seperti atlet binaraga, penelitian justru membuktikan sebaliknya.

Pria dan wanita adalah dua mahluk yang berbeda. Kita ambil contoh sederhana, misalnya seorang pria dan wanita berlatih dengan beban yang sama, durasi yang sama, dan mengonsumsi protein dalam jumlah yang sama. Hasilnya, sudah pasti pria tersebut akan lebih berotot dari wanita. Mengapa?

Tubuh pria memproduksi hormon testosteron yang digunakan untuk membangun otot dalam jumlah yang besar Di sisi lain, tubuh wanita hanya memproduksi sekitar 1/100 dari jumlah testosteron yang diproduksi pria. Itulah sebabnya, seorang wanita tidak akan terlihat kekar atau berotot besar, kecuali wanita tersebut menggunakan pengembang otot (steroid).

Saat latihan beban, otot wanita akan cenderung memadat atau mengencang bahkan ketika berlatih menggunakan beban berat. Inilah mengapa tubuh wanita akan terlihat lebih seksi dan kencang jika rajin latihan beban.

Pengen Seksi Harus Latihan Beban

Jika pria memproduksi hormon testosteron 100 kali lebih benyak dari wanita, maka di sisi lain wanita memiliki jumlah lemak yang lebih tinggi daripada pria. Ketika seorang wanita melakukan latihan beban, di mana otot akan mulai memadat dan mengencang, maka timbunan lemak tersebut akan berkurang.

Lemak akan dibakar di dalam sel-sel otot. Semakin banyak jumlah sel-sel otot yang ada dalam tubuh Anda, maka semakin banyak pula lemak yang akan dibakar. Bukankah ini yang diinginkan oleh banyak wanita?
Sekarang coba Anda perhatikan, ada seorang wanita yang mengalami kelebihan berat badan datang ke gym untuk berlatih. Bukan latihan beban, tapi ia memilih latihan kardio di treadmill selama berbulan-bulan. Hasilnya, berat badannya tidak mau turun drastis, hanya 1-2 kg saja. Ini karena ia tidak memasukkan latihan beban ke dalam program latihannya.

Penelitian pun menunjukkan bahwa wanita yang rajin latihan beban bisa membantu mempertahankan kepadatan mineral tulang dan meningkatkan pemodelan tulang. Hal ini sangat penting untuk wanita yang mendekati menopause karena kepadatan tulang mereka mulai menurun dan berisiko terkena osteoporosis.

So, bagi Anda para wanita yang sampai hari ini masih takut untuk fitness atau latihan beban, segera buang ketakutan itu agar Anda tidak kehilangan peluang menjadi sehat sekaligus memiliki tubuh kencang dan seksi di masa mendatang. (dan)

BACA JUGA : BASMI PIKUN DENGAN LATIHAN AEROBIK

Gratis Konsultasi Fitnes dan Produk Fitnes