Benarkah Minuman Beralkohol bisa Turunkan Berat Badan?

category: Fat Loss

Minuman beralkohol selalu menjadi topik yang kontroversial jika dihubungkan dengan naiknya berat badan seseorang. Banyak yang percaya bahwa minuman beralkohol dapat meningkatkan metabolisme dan membantu menurunkan berat badan. Namun, tidak sedikit pula yang percaya bahwa minuman beralkohol malah membuat berat badan bertambah.

Pengaruh konsumsi minuman beralkohol terhadap naiknya berat badan juga didukung oleh banyak ahli gizi dunia. Alasannya, jumlah kalori yang tinggi dalam minuman beralkohol menjadi bukti bahwa peningkatan berat badan menjadi konsekuensi dari konsumsi minuman beralkohol.

Setidaknya terdapat 3 alasan yang menjadi dasar para ahli gizi dunia bahwa alkohol memberikan pengaruh yang besar terhadap naiknya berat badan, yaitu:

  1. Kandungan Kalori Tinggi
    Sebagian besar minuman beralkohol mengandung banyak kalori. Biasanya dari kandungan gula yang tinggi dalam minuman ini. Semakin tinggi kalori yang diasup, maka semakin tinggi pula risiko berat badan bertambah.

    Tak hanya berhenti sampai di sini, kandungan gula yang tinggi tadi juga dapat mengakibatkan resistensi insulin yang berakhir pada penyakit diabetes.

  2. Memicu Lapar
    American Journal of Clinical Research menyebutkan bahwa minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar ghrelin, yaitu hormon yang membuat Anda cepat lapar. Semakin sering Anda lapar, maka semakin sering pula Anda makan dalam porsi tak beraturan yang dapat mengakibatkan naiknya berat badan.
  3. Membuat Anda Malas
    Setelah mengonsumsi alkohol, seseorang akan cenderung merasa malas beraktivitas pada keesokan harinya. Mereka akan lebih nyaman tidur berjam-jam tanpa melakukan aktivitas berarti. Akhirnya lemak yang seharusnya dibakar dengan beraktivitas malah tersimpan dan menumpuk dalam tubuh.
  4. Memicu Dehidrasi
    Alkohol bertindak sebagai diuretik yang dapat mengganggu keseimbangan cairan alami tubuh Anda. Dehidrasi dapat berdampak buruk pada tubuh Anda, menyebabkan kelelahan, produktifitas menurun, dan mengganggu kemampuan sel otot memproduksi energi.

Parahnya lagi, hanya sekitar 5% kalori dari alkohol yang disimpan dalam tubuh sebagai lemak, sedangkan sisanya akan diubah menjadi asesat. Asestat ini akan menggantikan lemak sebagai bahan bakar, sehingga lemak yang seharusnya dibakar saat berolahraga tetap tersimpan dan tubuh membakar asetat sebagai gantinya.

Dari fakta-fakta tersebut terlihat bahwa alkohol dan peningkatan berat badan ternyata berjalan seiring. Bahkan penyanyi sekelas Lady GaGa pun sempat mengalami kelebihan berat badan sebanyak 13 kg akibat kecanduannya mengonsumsi alkohol beberapa waktu lalu.

“Kebiasaan minum alkohol itu bisa membuat berat badan anda naik cukup cepat, tak peduli metode diet seperti apa yang anda lakukan,” ungkap ahli gizi sang aktris kepada Showbizspy beberapa waktu lalu.

Dengan suguhan fakta ini, apakah Anda masih yakin mengonsumsi minuman beralkohol untuk menurunkan berat badan? (dan)

BACA JUGA : Apakah Air Es Menggemukkan Badan atau Membuat Perut Menjadi Buncit?